Okepost.id – Beberapa hari lagi, langit Indonesia siap menyuguhkan pertunjukan kosmik istimewa di tengah bulan Ramadan.
Gerhana Bulan Total, atau yang akrab disebut Blood Moon, akan mencapai puncaknya pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 H.
Fenomena ini menjadi momen langka sebelum jeda panjang hingga akhir 2028.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan gerhana ini secara langsung.
Puncak totalitas jatuh pukul 18.33 WIB (19.33 WITA, 20.33 WIT), dengan fase penuh berlangsung dari pukul 18.04 hingga 19.02 WIB.
Di barat Indonesia, Bulan terbit langsung dalam kondisi “berdarah” merah pekat – efek Moonrise Eclipse yang dramatis.
Profesor Thomas Djamaluddin dari BRIN menekankan keunikan peristiwa ini: “Ini gerhana bulan total terakhir yang terlihat dari Indonesia hingga 2028.
Jangan lewatkan!” Secara global, Blood Moon ini melengkapi trio gerhana total berturut-turut tahun ini, setelah Maret dan September 2025.
Ramadan dan Ibadah Salat Gerhana
Momentum Ramadan menambah makna spiritual.
Majelis Tarjih Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/E/2026 mengajak umat Salat Khusuf berjamaah pasca-Maghrib.
PERSIS juga mengeluarkan edaran serupa. Peneliti UPI Judhistira Aria Utama bilang, “Waktu sore memudahkan pengamatan usai buka puasa, tanpa ganggu ibadah.”
Tips Saksikan Aman dan Maksimal
- Gunakan mata telanjang; binokular opsional untuk detail.
- Cari lokasi lapang timur, hindari polusi cahaya.
- Periksa cuaca via BMKG; awan bisa ganggu.
- Bagikan foto dengan #BloodMoonRamadan2026.
Dengan jeda panjang berikutnya hingga 31 Desember 2028, persiapkan kamera dan doa untuk Blood Moon paling berkesan di era digital ini!
Sumber: BMKG, BRIN, Muhammadiyah (26 Februari 2026)









