Okepost.id – Saat menjalankan ibadah puasa, banyak orang sering kali lupa membaca niat puasa yang menjadi salah satu kewajiban di bulan Ramadan.
Namun, Anda tak perlu khawatir ketika lupa membaca niat puasa sampai matahari terbit.
Melansir dari NU Online Lampung, ada hukum yang bisa menyelamatkan situasi Anda ketika lupa berniat hingga lewat waktu Subuh.
Berikut penjelasan lengkap dan langkah darurat yang harus Anda lakukan.
Hukum Lupa Niat Puasa
Menurut mayoritas ulama, khususnya Mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia, niat puasa wajib dilakukan pada malam hari (tabyit), yakni sejak terbenam matahari hingga sebelum fajar.
Karena, berdasarkan hadis Rasulullah SAW: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i).
Artinya, jika murni mengacu pada pendapat ini, puasa Anda dianggap tidak sah.
Namun, ulama memberikan jalan keluar agar kita tetap menghormati bulan Ramadhan.
Jika Anda benar-benar lupa mengucakan niat puasa, jangan langsung menyimpulkan puasa hari itu tidak akan sah.
Alih-alih langsung memutuskan membatalkan puasa, lebih baik Anda melakukan langkah-langkah berikut ini.
1. Wajib Imsak atau Menahan Diri
2. Segera Baca Niat Puasa di Pagi Hari
3. Wajib Qadha atau Mengganti Puasa
Bacaan Niat Puasa Ramadan
1 Niat Puasa Harian (Dibaca tiap malam)
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala.
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’aala.”
2. Niat Puasa Sebulan Penuh (Dibaca malam pertama)
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”.(*)









