Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah dan BI Jadi Sorotan

Penguatan Rupiah Tertahan, Pelaku Pasar Cermati Kebijakan BI dan Perkembangan Geopolitik Global

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Mata uang Garuda diproyeksikan berada di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.100 per dolar AS seiring masih tingginya ketidakpastian global dan penguatan dolar AS.

Berdasarkan data RTI Infokom, rupiah berhasil mengakhiri perdagangan Selasa (9/6/2026) dengan penguatan signifikan sebesar 170 poin atau 0,94 persen ke level Rp18.000 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia. Yuan China menguat 0,19 persen, dolar Hong Kong naik 0,01 persen, won Korea Selatan menguat 0,38 persen, dan dolar Singapura bertambah 0,16 persen.

Sementara itu, yen Jepang terkoreksi 0,01 persen, baht Thailand melemah 0,12 persen, dan dolar Taiwan turun 0,03 persen.

Meredanya Konflik Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar

Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan kondisi pasar global menunjukkan perbaikan setelah Iran dan Israel mengindikasikan penghentian serangan militer yang sebelumnya meningkatkan ketegangan kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Bikin Geleng Kepala, Ini Sosok Manusia yang Hartanya Melampaui Kas Negara

Menurutnya, langkah tersebut memberikan angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya khawatir konflik akan meluas dan mengganggu stabilitas ekonomi global.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan penghentian aksi saling serang antara kedua negara. Namun, pemerintah Iran menyatakan akan tetap melanjutkan serangan apabila Israel terus melakukan operasi militer terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.

Meski ketegangan geopolitik mulai mereda, pasar masih mencermati potensi tekanan inflasi global yang dipicu kenaikan harga energi. Kondisi tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS.

Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan dan mendorong penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Baca Juga :  IHSG Tertekan, Analis: Kebijakan Pemerintah dan Rupiah Lebih Berpengaruh daripada MSCI

Langkah tersebut diambil sebagai upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya volatilitas pasar global akibat konflik geopolitik serta menjaga inflasi tetap berada dalam target pemerintah.

Bank Indonesia menegaskan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk memastikan inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Selain menaikkan suku bunga, BI juga akan meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik melalui optimalisasi imbal hasil dan berbagai insentif guna mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia.

Rupiah Berpotensi Bergerak Terbatas

Dengan kombinasi sentimen global dan kebijakan moneter domestik, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dibayangi tekanan.

Namun, langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan berpotensi menahan pelemahan lebih dalam.

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan terbaru dari Timur Tengah serta arah kebijakan moneter global yang akan menjadi penentu utama pergerakan rupiah dalam jangka pendek.(Pro)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Sinyal The Fed
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 29 Juli 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.087 per Dolar AS Pagi Ini
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Berita Terbaru

Internasional

Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Perdana Kirim 1.000 Ton

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:10 WIB