Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Sinyal The Fed

Ketegangan Timur Tengah, kebijakan suku bunga The Fed, dan perlambatan ekonomi domestik diperkirakan masih membebani pergerakan nilai tukar rupiah.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (31/7/2026). Mata uang Garuda diproyeksikan berada di kisaran Rp18.110 hingga Rp18.160 per dolar AS.

Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level Rp18.111 per dolar AS, melemah 38 poin atau 0,21 persen. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) justru turun 0,91 persen ke level 99,97.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran setelah serangan rudal ke pangkalan militer AS di Yordania kembali meningkatkan kekhawatiran pasar.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.932 per Dolar AS Pagi Ini Rabu 22 Juni 2026

Konflik tersebut berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz sehingga memicu kenaikan harga energi global. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak.

Selain faktor geopolitik, kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar. Bank Sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen pada pertemuan Juli 2026.

Meski demikian, Ibrahim menilai munculnya perbedaan suara dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC), dengan tiga anggota mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi sinyal bahwa tekanan inflasi masih diwaspadai.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga menegaskan bank sentral siap mengambil langkah lanjutan apabila tekanan inflasi kembali meningkat.

Baca Juga :  Rupiah Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.800–Rp17.950

Dari dalam negeri, prospek perlambatan ekonomi turut membayangi pergerakan rupiah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 diperkirakan hanya mencapai 4,8 hingga 4,9 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen.

Perlambatan tersebut dipengaruhi tingginya biaya produksi akibat gejolak global, kebijakan moneter yang lebih ketat, serta ketidakpastian fiskal.

Pasar juga masih mencermati sejumlah faktor domestik, termasuk proses pergantian kepemimpinan Bank Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo, tekanan fiskal di daerah, serta hambatan ekspor mineral.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpotensi ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan di kisaran Rp18.110 hingga Rp18.160 per dolar AS. (Pro)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 29 Juli 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.087 per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS, Gejolak Global dan Defisit Dagang Jadi Pemicu
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Berita Terbaru