Okepost.id – Longsor besar menimbun 23 anggota TNI AL dari Korps Marinir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Hingga kini, 19 prajurit masih hilang, sementara empat personel ditemukan meninggal dunia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan tim gabungan terus melakukan pencarian di lokasi longsor.
“Saat ini tim menemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia. Proses pencarian terhadap korban lainnya masih berlangsung,” kata Ali, Senin (26/1/2026).
Sebelumnya, kabar mengenai hilangnya puluhan anggota TNI ini ramai beredar di media sosial. Berdasarkan informasi yang beredar, para prajurit tersebut sedang menjalani latihan tempur di sekitar lokasi kejadian.
Para personel berangkat menuju titik latihan pada Jumat malam dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat mereka berada di area latihan, sehingga komunikasi terputus.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 17 korban meninggal dunia akibat longsor di Bandung Barat. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi 11 jenazah, sementara enam jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut tim SAR gabungan telah menyerahkan 25 kantong jenazah hingga Minggu (25/1/2026).
Tim SAR melanjutkan operasi pencarian dengan memfokuskan area yang telah dipetakan menggunakan citra drone untuk mempercepat penemuan korban.









