Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal, Waspada Polusi Udara ‘Gas Pol’!

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis prediksi iklim yang harus menjadi kewaspadaan masyarakat. Indonesia akan menghadapi musim kemarau yang lebih maju, lebih kering, dan lebih panjang tahun ini.

Kondisi ini bukan hanya soal cuaca panas yang menyengat, tapi juga menjadi ‘undangan terbuka’ bagi polusi udara untuk mencapai level tertingginya. Fenomena La Niña (yang biasanya bikin banyak hujan) sudah resmi berakhir pada Februari 2026. Artinya, pasokan air dari langit akan berkurang drastis.

Dalam keterangan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau lebih awal (MAJU) dari biasanya, dimulai dari Nusa Tenggara lalu merembet ke wilayah lain pada April hingga Juni 2026. Sebanyak 64,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami kemarau Bawah Normal, alias lebih gersang dari biasanya.

Baca Juga :  6 Kehebatan Jet Tempur Rafale Prancis yang Baru Diterima Indonesia

Rata-rata Jakarta tahun lalu berada di atas 40. Pada musim kemarau bahkan bisa naik sampai 80-100, dan kadang-kadang bisa mencapai 200,” jelas Piotr Jakubowski, Co Founder salah satu pemantau aplikasi kualitas udara di agenda ecoCare Pure Air.

Baca Juga :  Silaturahmi Penuh Keakraban, Wako Alfin Sambut Bahagia Lembaga Adat 6 Luhah Sungai Penuh

Di tengah kepungan polusi kemarau, banyak orang mengandalkan air purifier di dalam ruangan. Namun, Piotr mengingatkan agar kita tidak hanya percaya pada indikator warna (hijau, kuning, merah) yang ada di perangkat tersebut.

Piotr juga menilai ketersediaan data kualitas udara yang dipantau sepanjang tahun menjadi kunci untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

“Dengan adanya monitoring kualitas udara 365 hari per tahun, kita tahu kapan kualitasnya bagus atau buruk. Data itu penting untuk memperbaiki kualitas udara secara sistematis,” katanya.(*)

Berita Terkait

Lagi, 3 Pasukan Indonesia Jadi Korban Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon
Yukk , Cobain Resep Sup Telur Yang Hangat Dan Siap Saji Dalam 10 Menit
Cegah Stroke dan Penyakit Jantung Dengan Cara Ubah Tiga Kebiasaan Ini
Hati-Hati Konsumsi 3 Jenis Ikan Yang Sangat Disukai Warga Indonesia
Pemerintah Segera Hapus Denda Tunggakan BPJS Kelas 3, Tunggu Perpres
Honda New Honda Stylo 160 Punya Warna Spesial Baru!
Pastikan Pasar Tertib, Wawako Azhar Hamzah Tinjau Langsung Pasar Tanjung Bajure
Tiap  WNI Lahir di RI Bakal Langsung Otomatis Peserta Aktif BPJS
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 14:05 WIB

Lagi, 3 Pasukan Indonesia Jadi Korban Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon

Sabtu, 4 April 2026 - 13:28 WIB

Yukk , Cobain Resep Sup Telur Yang Hangat Dan Siap Saji Dalam 10 Menit

Sabtu, 4 April 2026 - 13:01 WIB

Cegah Stroke dan Penyakit Jantung Dengan Cara Ubah Tiga Kebiasaan Ini

Sabtu, 4 April 2026 - 12:44 WIB

Hati-Hati Konsumsi 3 Jenis Ikan Yang Sangat Disukai Warga Indonesia

Sabtu, 4 April 2026 - 12:24 WIB

Pemerintah Segera Hapus Denda Tunggakan BPJS Kelas 3, Tunggu Perpres

Berita Terbaru