Lagi, 3 Pasukan Indonesia Jadi Korban Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Tiga personel Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon mengalami luka akibat ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon selatan, Jumat (3/4) sore. Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan insiden tersebut melukai tiga penjaga perdamaian, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.

“Sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian. Dua di antaranya mengalami luka serius,” ujarnya dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui United Nations Information Centre Indonesia.

Ketiga personel asal Indonesia itu telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, penyebab ledakan masih belum diketahui.

Baca Juga :  Jejak Pencarian Korban Kapal Angkut 37 WNI di Malaysia Kini Dihentikan

Situasi Memburuk di Wilayah Operasi

UNIFIL menyebut pekan ini sebagai periode yang sulit bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah operasi Lebanon selatan. Pihaknya juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjamin keselamatan personel PBB dan menghindari aktivitas tempur di sekitar area misi.

Insiden ini menambah duka bagi Indonesia, yang sebelumnya telah kehilangan tiga prajurit TNI di Libanon dalam waktu berdekatan.
Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret. Sehari kemudian, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan meninggal dunia dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.

Baca Juga :  Vietnam, Satu-satunya Negara ASEAN yang Lolos ke Piala Dunia U-17 2026

Penyelidikan Masih Berlangsung

Hingga kini belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian insiden tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa memastikan proses penyelidikan masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

UNIFIL juga menyampaikan harapan agar seluruh personel yang terluka dapat segera pulih, di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah misi. (*)

Berita Terkait

Mulai Januari 2027, PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan Pemerintah
PPPK 2027 Bakal Naik Status, PPPK Paruh Waktu Disebut Otomatis Jadi Penuh Waktu
Nama Nazali Lempo Muncul untuk Kejaksaan Agung, Begini Respons Sang Purnawirawan TNI
Beda Status Beda Alur, Ini Panduan Pengisian SKP 2026 Guru PNS, PPPK, dan Paruh Waktu
Guru PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, PPPK Paruh Waktu Disiapkan Jadi Penuh Waktu
Honorer Baru Tak Boleh Lagi? Pemerintah Mulai Tegas, Ini Arah Kebijakannya
Dasco Terima Data PPPK Paruh Waktu Nasional, DPR Siapkan Validasi untuk Kebijakan Status dan Karier
DPR Minta Pemerintah Gunakan Database BKN agar Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Tidak Kisruh
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:12 WIB

Mulai Januari 2027, PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 08:34 WIB

PPPK 2027 Bakal Naik Status, PPPK Paruh Waktu Disebut Otomatis Jadi Penuh Waktu

Minggu, 13 September 2026 - 14:19 WIB

Nama Nazali Lempo Muncul untuk Kejaksaan Agung, Begini Respons Sang Purnawirawan TNI

Jumat, 11 September 2026 - 12:48 WIB

Beda Status Beda Alur, Ini Panduan Pengisian SKP 2026 Guru PNS, PPPK, dan Paruh Waktu

Jumat, 11 September 2026 - 11:36 WIB

Guru PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, PPPK Paruh Waktu Disiapkan Jadi Penuh Waktu

Berita Terbaru