Okepost.id – Pasca penertiban dan relokasi pedagang, kondisi kawasan Pasar Tanjung Bajure di sepanjang Jalan M Yamin, Kota Sungai Penuh, kini terlihat lebih tertib dan tertata.
Pemerintah setempat memastikan hasil penataan mulai memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas serta kenyamanan masyarakat.
Sebelumnya, kawasan ini dikenal padat akibat aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di badan jalan.
Namun, setelah dilakukan penertiban dan relokasi ke lokasi yang telah disediakan, ruang jalan kini lebih lega dan dapat difungsikan secara optimal oleh pengguna jalan.
Pemerintah Kota Sungai Penuh terus melakukan pemantauan untuk memastikan para pedagang tetap menempati area yang telah ditentukan.
Langkah ini penting guna menjaga ketertiban yang telah tercipta sekaligus mencegah kembalinya aktivitas jual beli di lokasi terlarang.
Selain itu, penataan juga berdampak pada meningkatnya kebersihan lingkungan pasar. Area yang sebelumnya semrawut kini tampak lebih rapi, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang berbelanja.
Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pedagang. Edukasi dan sosialisasi terus dilakukan agar tercipta kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban kawasan pasar.
Sejumlah pedagang mengaku mulai beradaptasi dengan lokasi baru meskipun membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebijakan ini agar tetap berpihak pada kepentingan bersama, baik pedagang maupun masyarakat luas.
Penataan Pasar Tanjung Bajure ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan kawasan perdagangan yang lebih modern, tertib, dan berkelanjutan di Kota Sungai Penuh.(Pro)









