Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan awal pekan.
Setelah mengalami penurunan tajam sepanjang pekan lalu, indeks berpotensi melanjutkan tren pelemahan dan menguji area support baru di tengah dominasi aksi jual investor.
Berdasarkan riset harian MNC Sekuritas, IHSG ditutup melemah 4,20% ke level 5.594 pada perdagangan terakhir. Koreksi tersebut memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir dengan tekanan jual yang masih cukup tinggi.
Secara mingguan, IHSG mencatat penurunan sebesar 8,69% dari level 6.127,38 menjadi 5.594,76. Pelemahan tersebut juga diiringi peningkatan volume distribusi yang menunjukkan tingginya aktivitas pelepasan saham oleh pelaku pasar.
IHSG Berpotensi Uji Area 5.395–5.412
Tim analis MNC Sekuritas menilai secara teknikal posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase penurunan lanjutan.
Menurut analis, indeks sedang bergerak pada bagian wave (v) dari wave [v] dari wave 5, yang mengindikasikan peluang koreksi masih terbuka dalam jangka pendek.
“IHSG masih rawan melanjutkan downtrend ke area 5.395–5.412 untuk menutup gap yang terbentuk sekaligus menguji MA200 bulanan,” tulis tim riset MNC Sekuritas.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2–5 Juni 2026 menunjukkan kapitalisasi pasar turut menyusut 8,59% menjadi Rp9.807 triliun seiring pelemahan indeks.
IHSG Jadi Bursa dengan Koreksi Terdalam
Penurunan IHSG selama sepekan tercatat sebagai salah satu yang paling dalam dibandingkan bursa saham utama dunia.
Beberapa indeks global yang juga mengalami koreksi antara lain:
Tel Aviv 35 (Israel): turun 4,26%
KOSPI (Korea Selatan): turun 3,72%
SSE Composite (China): turun 1,00%
Hang Seng (Hong Kong): turun 0,88%
S&P BSE Sensex (India): turun 0,73%
Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat justru bergerak positif. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,04% dalam periode yang sama.
Level Support dan Resistance IHSG
Untuk perdagangan selanjutnya, MNC Sekuritas memproyeksikan:
Support:
5.517
5.381
Resistance:
5.941
6.588
Investor disarankan tetap berhati-hati mengingat tren pelemahan belum menunjukkan sinyal pembalikan yang kuat.
Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas
ANTM – Buy on Weakness
PT Aneka Tambang Tbk. ditutup melemah 0,36% ke level Rp2.750. Meski masih dibayangi tekanan jual, saham ini dinilai berada pada awal fase wave 4 sehingga menarik untuk strategi akumulasi bertahap.
Buy on Weakness: Rp2.690 – Rp2.740
Target Price:
Rp3.020
Rp3.200
Stop Loss: di bawah Rp2.630
BRMS – Buy on Weakness
PT Bumi Resources Minerals Tbk. terkoreksi 1,92% ke level Rp510. Analis memperkirakan saham ini juga berada pada awal wave 4 dari wave (C).
Buy on Weakness: Rp494 – Rp510
Target Price:
Rp610
Rp660
Stop Loss: di bawah Rp482
MBMA – Buy on Weakness
PT Merdeka Battery Materials Tbk. menjadi salah satu saham yang mampu bertahan positif dengan kenaikan 0,46% ke level Rp434 dan didukung volume pembelian yang meningkat.
Buy on Weakness: Rp390 – Rp418
Target Price:
Rp472
Rp520
Stop Loss: di bawah Rp374
DAAZ – Sell on Strength
PT Daaz Bara Lestari Tbk. melonjak 7,60% ke level Rp1.840. Namun, penguatan tersebut mulai tertahan oleh garis MA20 sehingga berisiko mengalami koreksi lanjutan.
MNC Sekuritas merekomendasikan investor melakukan profit taking pada area penguatan.
Sell on Strength: Rp1.930 – Rp2.070
IHSG masih berada dalam tren bearish dengan potensi penurunan menuju area 5.395–5.412. Di tengah tingginya volatilitas pasar, investor disarankan lebih selektif dalam memilih saham dan menerapkan manajemen risiko yang ketat.
Saham ANTM, BRMS, dan MBMA menjadi pilihan akumulasi saat koreksi, sedangkan DAAZ direkomendasikan untuk strategi sell on strength.(Pro)









