Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Kamis (5/11/2026). Indeks melonjak 110,49 poin atau 2,25% ke level 5.030,26.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 4.995,46 hingga 5.072,05. Penguatan ini membawa indeks kembali menembus level psikologis 5.000.
Mayoritas saham ikut menguat. Sebanyak 440 saham naik, sedangkan 178 saham melemah dan 99 saham lainnya bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp8.801 triliun.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang kenaikan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 3,96% ke Rp5.125 per saham.
Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) naik 0,74% menjadi Rp2.710. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 8,28% ke posisi Rp3.660 per saham.
Sentimen Ekonomi dan Reformasi Pasar Modal
Penguatan IHSG turut didukung sentimen positif dari perkembangan reformasi pasar modal. Regulator sebelumnya mengumumkan sanksi baru terkait dugaan pelanggaran di pasar saham sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47% pada kuartal III/2026 ikut memberikan dorongan positif bagi pasar.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 5,29%.
Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai perkembangan reformasi pasar modal dan kinerja ekonomi nasional menjadi faktor penting yang menopang optimisme investor.
Pertumbuhan ekonomi yang solid juga dinilai dapat membantu menjaga stabilitas rupiah serta memberikan ruang bagi pemerintah untuk melanjutkan program belanja strategis.
Dengan kembali menembus level 5.000, pergerakan IHSG selanjutnya akan menjadi perhatian investor di tengah dinamika pasar global dan perkembangan ekonomi domestik. (Pro)









