Menkes Tegaskan Belum Ada Rencana Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Tahun Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan belum ada rencana kenaikan tarif BPJS Kesehatan tahun ini. Hal tersebut disampaikannya saat konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.
“Belum ada rencana untuk menaikkan tarif BPJS, dan teman-teman enggak usah khawatir kalau BPJS-nya defisit, pasti pemerintah pusat akan support,” katanya, Jumat (14/8/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan kementerian terkait untuk memastikan anggaran pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah tidak membebani arus kas pemerintah atau menyebabkan defisit APBN.

Baca Juga :  Gagal Juara di FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Dapat Pembelaan dari Sumardji: Peningkatannya Cukup Bagus

Nah, ini yang akan kita replikasi ke 400 apa, ke 441 sisanya tadi, ya, dan sekarang kita sudah bicara dengan Bappenas, kita bicara juga dengan Kementerian Keuangan agar penganggarannya tidak memberatkan arus kas dari pemerintah dan tidak memberatkan defisit APBN kita,” ungkapnya.

Ini akan kita bangun rumah sakit-rumah sakit tersebut, sehingga seluruh kabupaten/kota nanti standar layanan rumah sakitnya sama,” tambahnya.

Kementerian Kesehatan telah melakukan penghematan Rp 10,25 triliun atau 52 persen dari anggaran alat kesehatan pada 2026. Di tengah efisiensi anggaran, hal ini dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Baca Juga :  Honda Kenalkan Motor Listrik QC3, Sekali Cas Bisa Tempuh 145 Km

Dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan sentralisasi pembelian alat-alat kesehatan dari pinjaman Bank Dunia. Salah satunya adalah cath lab atau laboratorium kateterisasi.

“Jadi, dari harga estimasi cath lab yang Rp 19,39 triliun, karena kita sentralisasi pengadaannya, kita bisa menekan sampai Rp 9 triliun,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

9 Manfaat Apel Hijau untuk Kesehatan dan Nutrisinya
6 Alternatif Minuman Pengganti Kopi di Pagi Hari yang Lebih Sehat
BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu
BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026
FHNK2I Tendik Pilih Menunggu Kebijakan Pemerintah, Soroti Nasib PPPK Paruh Waktu dan Downgrade
Beberapa Buah yang Aman untuk Penderita Asam Lambung
3 Minuman Merah yang Bantu Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil
Manfaat Daun Sirsak untuk Mengobati Penyakit Kanker
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:07 WIB

9 Manfaat Apel Hijau untuk Kesehatan dan Nutrisinya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Menkes Tegaskan Belum Ada Rencana Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Tahun Ini

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:08 WIB

6 Alternatif Minuman Pengganti Kopi di Pagi Hari yang Lebih Sehat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:49 WIB

BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:42 WIB

BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026

Berita Terbaru

INVESTASI

Daftar Harga Emas Pegadaian Galeri 24 di HUT RI ke 81

Senin, 17 Agu 2026 - 12:13 WIB