Okepost.id – Arsenal berhasil mengamankan tiket ke final Piala EFL setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Chelsea pada leg kedua semifinal.
Hasil tersebut memastikan The Gunners unggul agregat 4-2, berkat kemenangan sebelumnya di Stamford Bridge.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Pada babak pertama, kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Arsenal hanya mencatatkan 0,18 expected goals (xG), sementara Chelsea sedikit lebih rendah dengan 0,16 xG.
Skor kacamata pun bertahan hingga turun minum, mencerminkan minimnya ancaman nyata dari kedua kubu.
Memasuki babak kedua, Chelsea mencoba meningkatkan intensitas serangan, tetapi tetap menemui jalan buntu saat berhadapan dengan pertahanan solid Arsenal.
Di sisi lain, The Gunners bermain disiplin dan menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik.
Ketika Chelsea mulai mengambil risiko dengan mendorong lebih banyak pemain ke depan di menit-menit akhir, celah di lini belakang pun terbuka.
Momen penentu datang di penghujung laga. Arsenal memanfaatkan serangan balik cepat, di mana Declan Rice mengirimkan umpan matang kepada Kai Havertz.
Penyerang asal Jerman itu menunjukkan ketenangan luar biasa dengan melewati penjaga gawang sebelum menceploskan bola ke gawang kosong, memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengantar Arsenal ke Wembley.
Chelsea sendiri tampil dengan formasi tiga bek sejak awal, yang sempat efektif meredam serangan Arsenal.
Namun, perubahan taktik yang dilakukan Liam Rosenior di babak kedua tidak cukup untuk membongkar pertahanan lawan.
Kurangnya variasi serangan dan absennya rencana alternatif membuat The Blues gagal mencetak gol krusial.
Selain Havertz sebagai pencetak gol kemenangan, lini belakang Arsenal juga layak mendapat pujian.
Gabriel tampil impresif dan menjadi pemain terbaik pertandingan berkat dominasi duel serta kontribusi defensifnya yang krusial dalam menjaga clean sheet.-***









