Bahasa Kerinci dan Bajau Tungkal Satu Mengadapi Ancaman Kepunahan, Ini Langkah Balai Bahasa Jambi

Tiga bahasa asli Jambi terancam punah akibat penurunan penutur.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id – Tiga bahasa asli di Provinsi Jambi menghadapi ancaman kepunahan akibat penurunan jumlah penutur aktif. Balai Bahasa Provinsi Jambi mencatat Bahasa Bajau Tungkal Satu (Duano) dan Bahasa Kerinci sebagai daerah tutur yang paling rentan tergerus zaman.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi, Muhammad Zaki, menegaskan pentingnya perhatian bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, bahasa daerah menyimpan identitas dan kekayaan budaya lokal yang wajib diwariskan ke generasi muda.

Data Peta Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mencatat tujuh bahasa yang berkembang di Jambi. Tiga di antaranya merupakan bahasa asli, sementara empat lainnya merupakan bahasa migrasi.

Baca Juga :  Khidmat! Wali Kota Alfin Pimpin Penjemputan Duplikat Sang Saka Merah Putih

Kategori Bahasa di Provinsi Jambi

Bahasa Asli: Melayu Jambi, Kerinci, dan Bajau Tungkal Satu (Duano).

Bahasa Migrasi: Banjar, Bugis, Jawa, dan Minangkabau.

Penurunan jumlah penutur Bahasa Kerinci di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh terjadi karena tingginya mobilitas penduduk serta dominasi bahasa nasional. Sementara itu, Bahasa Bajau Tungkal Satu berada dalam kondisi paling kritis karena penggunaannya kini hampir terbatas pada lingkup keluarga saja.

Untuk mengatasi ancaman tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jambi menjalankan sejumlah strategi penyelamatan secara berkala.

Baca Juga :  IAIN Kerinci Juara PGRI Cup I, Wali Kota Alfin Apresiasi Sportivitas

Langkah Penyelamatan Bahasa Daerah

Pengayaan Kosakata: Menghimpun istilah lokal untuk memperkaya perbendaharaan Bahasa Indonesia.

Penyusunan Kamus: Mendokumentasikan kosakata daerah dalam bentuk kamus resmi.

Pemetaan Kebahasaan: Mengidentifikasi sebaran bahasa di Desa Rambutan Masam (Batanghari) dan Desa Muaro Cuban (Sarolangun).

Pemetaan Sastra: Mendata potensi sastra lisan di Kabupaten Kerinci, Tebo, dan Bungo.

Penguatan penggunaan bahasa daerah di ranah publik dan keluarga menjadi kunci utama agar warisan tutur di Jambi ini tidak lenyap telan masa.(Pro)

Berita Terkait

Bunda PAUD Sri Kartini Alfin Ajak Anak Cintai Buku Sejak Dini
Tekan Stunting, TP PKK dan Pemkot Sungai Penuh Door to Door Salurkan Bantuan Program 3S
Ketidakpastian Kuota PTSL Sungai Penuh: Warga Keluhkan Berkas Mengendap Tiga Bulan
Diskominfosta Kota Sungai Penuh Rutin Jalankan Program 3S Dukung Penanganan Stunting
195 PNS Formasi 2024 Terima SK, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Ingatkan Disiplin
Pemkot Sungai Penuh Serahkan Data 6.089 Pegawai ke Kemendagri, Termasuk PPPK Paruh Waktu
STIA-NUSA Sungai Penuh Wisuda 167 Lulusan, Siap Berkontribusi untuk Daerah dan Bangsa
Wawako Azhar Hamzah Hadiri Tanam Perdana Padi Teknologi PM AAS di Sungai Penuh, Dorong Modernisasi Pertanian
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:37 WIB

Bunda PAUD Sri Kartini Alfin Ajak Anak Cintai Buku Sejak Dini

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

Bahasa Kerinci dan Bajau Tungkal Satu Mengadapi Ancaman Kepunahan, Ini Langkah Balai Bahasa Jambi

Selasa, 1 September 2026 - 15:26 WIB

Tekan Stunting, TP PKK dan Pemkot Sungai Penuh Door to Door Salurkan Bantuan Program 3S

Selasa, 1 September 2026 - 12:08 WIB

Diskominfosta Kota Sungai Penuh Rutin Jalankan Program 3S Dukung Penanganan Stunting

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:22 WIB

195 PNS Formasi 2024 Terima SK, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Ingatkan Disiplin

Berita Terbaru