Di tengah ketegangan global, Jepang gandeng Indonesia perkuat pertahanan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menilai kerja sama pertahanan dengan Indonesia merupakan langkah strategis di tengah meningkatnya tensi konflik global, termasuk di kawasan Timur Tengah.

“Kesamaan nilai-nilai dasar ini akan memberikan kontribusi besar bagi perdamaian dan stabilitas, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga kawasan secara keseluruhan,” kata Koizumi dalam pernyataan bersama (joint statement) usai pertemuan dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin.

Menurut Koizumi, Indonesia dan Jepang memiliki sejumlah kesamaan mendasar, antara lain sebagai negara kepulauan, sehingga perlu memperkuat kerja sama di bidang pertahanan maritim.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Lantik Pengurus KONI Periode 2025 - 2029

Ia menyebutkan, dalam pertemuan tersebut kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama, di antaranya keamanan maritim, latihan militer bersama, pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista), serta teknologi pertahanan.

Koizumi menilai pembahasan tersebut menjadi bukti eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Jepang yang telah terjalin sejak lama.

Dengan penguatan kerja sama itu, diharapkan kapasitas pertahanan kedua negara semakin meningkat dan hubungan bilateral terus berkembang.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Indonesia mendukung penguatan kerja sama pertahanan dengan Jepang, khususnya yang bersifat substantif dan saling menguntungkan.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Wawako Azhar Sidak Pasar Tanjung Bajure

” Kami sepakat untuk mendorong kerja sama substantif di bidang industri pertahanan dan pembangunan kapasitas personel, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong transfer teknologi dan peningkatan kualitas industri pertahanan dalam negeri. Selain itu, kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama dalam misi kemanusiaan, khususnya penanggulangan bencana.

Seluruh poin kerja sama tersebut dibahas lebih lanjut dalam pertemuan tertutup di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, yang direncanakan ditutup dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama pertahanan oleh kedua menteri. (*)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Penuh Waktu, Guru PPPK Dapat Kesempatan Jadi PNS
Sambut HUT RI, Bright Gas Diskon hingga Rp 8.100 per Tabung hingga akhir Agustus
BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu
Presiden Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan
Presiden Prabowo Bakal Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Lokasinya
BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026
FHNK2I Tendik Pilih Menunggu Kebijakan Pemerintah, Soroti Nasib PPPK Paruh Waktu dan Downgrade
BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:35 WIB

PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Penuh Waktu, Guru PPPK Dapat Kesempatan Jadi PNS

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Sambut HUT RI, Bright Gas Diskon hingga Rp 8.100 per Tabung hingga akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:49 WIB

BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Presiden Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Presiden Prabowo Bakal Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Lokasinya

Berita Terbaru

Uncategorized

Meriah! Wako Alfin dan Wawako Azhar Buka Pawai HUT RI Ke – 81

Selasa, 18 Agu 2026 - 12:48 WIB

Uncategorized

Toyota Hyryder Aero Black Edition Meluncur, Harga Mulai Rp275 Juta

Selasa, 18 Agu 2026 - 11:59 WIB