IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Ancaman penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market membuat IHSG terkoreksi tajam. Saham-saham milik konglomerat ikut tertekan.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto ilustrasi

Poto ilustrasi

Okepost.id, Jakarta –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (8/7/2026) di zona merah setelah melemah 1,89% ke level 5.873,37. Pelemahan ini dipicu sentimen negatif menyusul peringatan dari S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan klasifikasi pasar untuk 2027.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 5.872,02 hingga 5.984,47. Tekanan jual terjadi di berbagai sektor, termasuk saham-saham yang terafiliasi dengan sejumlah konglomerat nasional.

Kelompok saham milik Prajogo Pangestu mencatat pelemahan serentak. BREN turun 4,97% menjadi Rp3.250, BRPT melemah 5,06% ke Rp1.500, CDIA terkoreksi 3,17% ke Rp610, CUAN turun 5,51% ke Rp600, PTRO melemah 4,24% ke Rp3.840, sedangkan TPIA turun 5,56% ke Rp1.785.

Baca Juga :  IHSG Masih Tertekan, Pasar Nantikan Keputusan BI Rate Pekan Ini

Saham-saham yang dikaitkan dengan Happy Hapsoro juga bergerak negatif. BUVA turun 4,62%, MINA melemah 3,57%, RAJA terkoreksi 4,85%, dan RATU kehilangan 5,91% nilainya.

Tekanan serupa terjadi pada emiten Grup Salim. ICBP turun 1,49% menjadi Rp6.625, INDF melemah 1,50% ke Rp6.575, sementara SIMP turun 0,95% ke Rp520.

Sentimen utama datang dari dokumen 2026/2027 Country Classification Watchlist yang dirilis S&P Dow Jones Indices. Dalam laporan tersebut, Indonesia tetap berstatus Emerging Market, namun masuk daftar pemantauan untuk kemungkinan penurunan status menjadi Special Measures/Frontier Market pada evaluasi tahunan 2027.

Baca Juga :  IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini, Analis Rekomendasikan Saham AADI hingga AMRT

S&P DJI menyatakan masih memantau transparansi kepemilikan saham di Indonesia serta implementasi kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan likuiditas pasar.

Apabila kondisi dinilai memburuk, S&P DJI membuka peluang menerapkan perlakuan khusus terhadap saham-saham Indonesia. Jika persoalan tersebut tidak terselesaikan dalam waktu satu tahun, status pasar modal Indonesia akan dievaluasi kembali pada peninjauan berikutnya. (Pro)

Berita Terkait

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 31 Agustus 2026: Galeri 24 hingga UBS
Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam & Antam Retro Hari Ini Beda Nasib
Harga emas tiga jenama yaitu Galeri 24, Antam dan UBS di Pegadaian pada hari ini Kamis 27 Agustus 2026 kompak turun
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.751 Per Dolar AS Hari Ini (27/8), Terburuk di Asia
Harga Emas Hari Ini 26 Agustus 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24 Lengkap
Rupiah Spot Menguat pada Perdagangan Rabu (26/8) Pagi
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini (Minggu, 23/8/2026)
Emas Dunia Pesta Pora, Harganya Terbang ke Level Tertinggi 3 Bulan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 31 Agustus 2026: Galeri 24 hingga UBS

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam & Antam Retro Hari Ini Beda Nasib

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Harga emas tiga jenama yaitu Galeri 24, Antam dan UBS di Pegadaian pada hari ini Kamis 27 Agustus 2026 kompak turun

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.751 Per Dolar AS Hari Ini (27/8), Terburuk di Asia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Harga Emas Hari Ini 26 Agustus 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24 Lengkap

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Artikel

Langkah Mudah Cek NIK KTP Terdeteksi Judi Online atau Tidak

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:48 WIB