Malaysia Lumpuh, Ribuan Orang Luntang-lantung di Imigrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Sistem imigrasi Malaysia lumpuh total. Puluhan ribu pelancong menghadapi antrean panjang di pos pemeriksaan imigrasi di seluruh Malaysia pada Kamis (28/5) dini hari waktu setempat. Salah satu yang terdampak adalah perbatasan darat Johor-Singapura, yakni titik paling sibuk dan vital di negara tetangga Indonesia. Pemadaman sistem nasional melumpuhkan proses imigrasi selama sekitar lima jam, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (30/5/2025).

Petugas imigrasi terpaksa melakukan proses administrasi untuk warga Malaysia dan pelancong asing secara manual, setelah semua sistem berbasis komputer mengalami gangguan antara pukul 04.30 pagi dan 09.30 pagi waktu setempat, seperti dilaporkan oleh media lokal The Star.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri mengatakan kepada The Star bahwa antrean panjang dilaporkan di kedua pos pemeriksaan darat Johor. Adapun kelumpuhan sistem itu terjadi pada ‘waktu puncak’ bagi puluhan ribu warga Malaysia yang bergegas ke Singapura untuk bekerja.

“Kami harus mengerahkan kembali semua personel kami untuk mengoperasikan loket manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan kendaraan,” kata pejabat tersebut. “Tidak hanya gerbang otomatis kami yang rusak, bahkan sistem pengenalan wajah kami pun juga tidak berfungsi,” ia menuturkan.

Baca Juga :  Ini Identitas Korban yang Terjun dari Jembatan Aur duri I

Gangguan ini menandai kerusakan sistem imigrasi besar kedua dalam waktu kurang lebih sebulan. Insiden serupa menyebabkan ribuan pelancong terlantar selama sekitar dua jam pada 23 April 2026 lalu.

Gangguan pada Kamis (28/5) pagi tersebut memengaruhi sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan imigrasi Malaysia di seluruh negeri, yang mendorong pengerahan personel keamanan tambahan untuk menjaga ketertiban. Malaysia memiliki total 56 titik masuk melalui laut, 30 melalui darat, dan 28 bandara.

Meskipun banyak pelancong mengatakan gangguan dimulai pukul 4.30 pagi, direktur jenderal departemen imigrasi Zakaria Shaaban mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 5 pagi dan berlangsung hingga pukul 8.45 pagi karena masalah teknis pada pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).

“Sistem tersebut kembali online setelah pekerjaan perbaikan dilakukan. Sistem tersebut tidak diretas. Sistem MyIMMs sudah berusia 30 tahun. Masalah pasti akan terjadi,” demikian kutipan pernyataannya yang dimuat oleh The Star.

Sistem tersebut diharapkan akan digantikan oleh Sistem Imigrasi Terpadu Nasional (NIISe) pada 2028 mendatang. Platform imigrasi digital baru ini, yang dirancang untuk memodernisasi kontrol perbatasan, bertujuan untuk mengintegrasikan verifikasi paspor, pemeriksaan visa, dan data pelancong ke dalam satu platform.

Baca Juga :  Wako Alfin Hadiri Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

Menurut Zakaria, gangguan seperti itu mungkin akan terjadi lagi hingga sistem NIISe beroperasi penuh.
“Kami akan bertahan hingga sistem NIISe siap,” katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, berdasarkan laporan media lokal.

Awal bulan ini, Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail mengatakan selama kunjungan ke Johor bahwa vendor NIISe telah diinstruksikan untuk menyiapkan rencana mitigasi menjelang dimulainya operasi Sistem Transit Cepat (RTS) Johor Bahru-Singapura tahun depan.

Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk meminimalkan segala bentuk gangguan teknis dalam sistem baru tersebut, katanya. Insiden pada Kamis (28/5) pagi itu membuat banyak pelancong frustrasi. Beberapa di antaranya mengklaim bahwa hal itu menyebabkan mereka terlambat bekerja.

Foto dan video yang menunjukkan kemacetan dan kerumunan besar di pos pemeriksaan imigrasi, serta lalu lintas padat di perbatasan, juga beredar luas di media sosial dan melalui laporan berita. (*)

Berita Terkait

AP3KI Desak KORPRI Perjuangkan Hak PPPK, Soroti Tunjangan dan Kenaikan Gaji yang Belum Merata
Dirjen GTK Dukung Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Harapan Kabar Baik dari Presiden Prabowo Makin Menguat
DPR Minta Pengangkatan 1,25 Juta PPPK Paruh Waktu Dilakukan Bertahap dan Transparan
Pemda Mulai Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK Penuh Waktu, Ini Mekanisme dan Kriteria Prioritas
Ketua Komisi II DPR Dorong RUU ASN Atur KPI Ketat, ASN Tak Lagi Berada di Zona Nyaman
CPNS 2026 Segera Dibuka? BKN Ungkap Progres Formasi dan Jadwal Pengumuman Resmi
PTKNI Usulkan 3 Solusi Penataan ASN PPPK, Dorong PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif per 13 Juli 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:34 WIB

AP3KI Desak KORPRI Perjuangkan Hak PPPK, Soroti Tunjangan dan Kenaikan Gaji yang Belum Merata

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:36 WIB

Dirjen GTK Dukung Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Harapan Kabar Baik dari Presiden Prabowo Makin Menguat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:42 WIB

DPR Minta Pengangkatan 1,25 Juta PPPK Paruh Waktu Dilakukan Bertahap dan Transparan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:17 WIB

Pemda Mulai Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK Penuh Waktu, Ini Mekanisme dan Kriteria Prioritas

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:53 WIB

Ketua Komisi II DPR Dorong RUU ASN Atur KPI Ketat, ASN Tak Lagi Berada di Zona Nyaman

Berita Terbaru