4 Kebiasaan Anak yang Sering Dikira Nakal, Padahal Itu Tanda Anak Yang Cerdas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Tak sedikit orang tua yang merasa kesal atau khawatir saat anak menunjukkan perilaku yang dianggap ‘nakal’. Mulai dari tidak bisa diam, suka membuat berantakan, hingga terus-menerus bertanya..Padahal, tidak semua perilaku tersebut merupakan tanda anak sulit diatur. Dalam banyak kasus, kebiasaan yang sering dianggap mengganggu justru bisa menjadi bagian dari proses belajar dan menandakan perkembangan kognitif yang baik.

Alih-alih langsung memarahi atau memberi cap negatif, orang tua sebaiknya memahami makna di balik perilaku tersebut. Berikut empat kebiasaan anak yang sering disalahartikan sebagai kenakalan, padahal bisa menjadi tanda kecerdasan melansir berbagai sumber:

1. Tidak bisa diam
Anak yang terus berlari, memanjat, melompat, atau menyentuh berbagai benda sering kali dianggap terlalu aktif atau sulit dikendalikan. Padahal, perilaku ini umumnya menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi.

Anak memanfaatkan gerak tubuhnya untuk mengenal lingkungan, menguji kemampuan fisik, sekaligus mempelajari berbagai hal baru. Semakin banyak kesempatan anak bereksplorasi, semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh untuk mendukung perkembangan motorik dan kemampuan berpikirnya. Tugas orang tua bukan menghentikan aktivitas tersebut, melainkan memastikan lingkungan bermain tetap aman.

Baca Juga :  9 Cara Alami Mengatasi Radang Tenggorokan Yang Bisa Diterapkan Di Rumah

2. Suka membuat berantakan
Mainan berserakan, lemari diacak-acak, atau balok yang baru disusun lalu dibongkar lagi sering membuat orang tua menghela napas. Namun, kebiasaan ini tidak selalu berarti anak sengaja membuat ulah.

Saat membongkar, menyusun, dan mencoba berbagai benda, anak sebenarnya sedang bereksperimen untuk memahami bentuk, fungsi, ukuran, hingga hubungan sebab-akibat. Aktivitas semacam ini juga membantu mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah

Meski begitu, orang tua tetap perlu mengajarkan tanggung jawab dengan membiasakan anak membereskan mainannya setelah selesai bermain.

3. Banyak bertanya
“Kenapa langit berwarna biru?” atau “Kenapa burung bisa terbang?” adalah pertanyaan yang mungkin sering dilontarkan anak. Bagi sebagian orang tua, rentetan pertanyaan tersebut bisa terasa melelahkan. Namun, anak yang gemar bertanya sebenarnya sedang menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dan kemampuan berpikir kritis yang mulai berkembang.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Kunjungi BWS VI dan Bina Marga Jambi

Melalui pertanyaan, anak belajar memahami dunia, memperkaya kosakata, sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi. Jika tidak mengetahui jawabannya, orang tua tidak perlu memaksakan diri. Jadikan momen tersebut sebagai kesempatan untuk mencari tahu bersama.

4. Punya kemauan sendiri
Saat anak mulai memilih pakaian yang ingin dikenakan, menentukan makanan favorit, atau menolak pilihan orang tua, perilaku itu kerap dianggap sebagai sikap keras kepala.

Padahal, memiliki preferensi merupakan bagian alami dari perkembangan kognitif dan emosional anak. Mereka mulai belajar mengenali diri sendiri, mengungkapkan pendapat, dan mengambil keputusan sederhana.

Orang tua dapat memanfaatkan fase ini dengan memberikan pilihan yang terbatas, misalnya memilih satu dari dua pakaian atau dua jenis makanan sehat. Cara ini membantu anak belajar bertanggung jawab atas pilihannya tanpa kehilangan batasan yang diperlukan. (*)

Berita Terkait

Manfaat Buah Strawberry, Kandungan Gizi, dan Efek Sampingnya
6 Alternatif Minuman Pengganti Kopi di Pagi Hari yang Lebih Sehat
Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap
Salah Satu Buah Paling Pahit di Dunia yang Punya Sejarah Panjang sebagai Obat Tradisional
Resep Puding Susu Roti Tawar, Dessert Lembut yang Praktis Dibuat di Rumah
5 Tanda Anak yang Bakal Sukses di Masa Depan Menurut Ahli
Beberapa Buah yang Aman untuk Penderita Asam Lambung
Resep Tumis Bayam Campur Telur yang Simpel dan lezat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:08 WIB

6 Alternatif Minuman Pengganti Kopi di Pagi Hari yang Lebih Sehat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Salah Satu Buah Paling Pahit di Dunia yang Punya Sejarah Panjang sebagai Obat Tradisional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Resep Puding Susu Roti Tawar, Dessert Lembut yang Praktis Dibuat di Rumah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:19 WIB

5 Tanda Anak yang Bakal Sukses di Masa Depan Menurut Ahli

Berita Terbaru

Internasional

Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Perdana Kirim 1.000 Ton

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:10 WIB