Purbaya Siap Pangkas Anggaran MBG, Tapi Bukan untuk Makanan

Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto : Menkeu Purbaya (searching)

Poto : Menkeu Purbaya (searching)

Okepost.id – Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi prioritas dalam kebijakan anggaran negara. Anggaran utama untuk penyediaan makanan bagi penerima manfaat tidak akan dipangkas, meskipun pemerintah tengah menyiapkan langkah penghematan fiskal.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa efisiensi hanya akan menyasar belanja yang tidak berhubungan langsung dengan penyediaan makanan dalam program tersebut.

Menurutnya, fokus utama program MBG adalah memastikan bantuan pangan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak sekolah dan kelompok rentan.

“Yang berkaitan langsung dengan makanan tidak akan dikurangi. Yang dipertimbangkan untuk dipangkas adalah belanja yang tidak relevan dengan tujuan utama program,” ujar Purbaya.

Belanja Non-Makanan Berpotensi Dicoret

Dalam evaluasi anggaran yang sedang dilakukan, pemerintah menilai ada sejumlah pengeluaran dalam program MBG yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan.

Beberapa contoh belanja yang berpotensi dipangkas antara lain:

  • Pengadaan kendaraan operasional seperti sepeda motor
  • Pembelian perangkat komputer

Belanja administrasi dan perlengkapan yang tidak mendukung distribusi makanan

Purbaya menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan agar dana program dapat digunakan secara lebih efisien dan tepat sasaran.

Dengan mengurangi pengeluaran yang tidak penting, pemerintah berharap dana yang tersedia dapat difokuskan pada kualitas makanan, distribusi, serta jumlah penerima manfaat.

Menjaga Defisit APBN Tetap Aman

Kebijakan efisiensi anggaran ini juga berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas fiskal negara, khususnya dalam menghadapi potensi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Pemerintah mewaspadai kemungkinan kenaikan harga minyak dunia yang dapat meningkatkan beban subsidi energi dan memperlebar defisit anggaran.

Baca Juga :  Rekrutmen ASN 2026 Belum Diumumkan, Pemerintah Fokus Tentukan Sektor Prioritas

Jika harga minyak global melonjak hingga kisaran US$92 per barel, defisit APBN diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 3,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut melewati batas aman defisit fiskal yang selama ini dijaga pemerintah, yakni maksimal 3 persen dari PDB.

Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk melakukan efisiensi pada program-program besar yang menggunakan anggaran negara.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa langkah penghematan tidak akan mengganggu manfaat utama dari program MBG.

Program Makan Gratis Jadi Prioritas

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program sosial berskala besar yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah.

Program ini juga ditujukan untuk:

  • Menurunkan angka stunting
  • Meningkatkan konsentrasi dan kesehatan siswa
  • Memperbaiki kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang

Melalui program ini, pemerintah menargetkan puluhan juta penerima manfaat dari berbagai kelompok masyarakat.

Penerima manfaat program antara lain:

  • Siswa sekolah dasar hingga menengah
  • Anak usia dini
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui

Pemerintah menilai intervensi gizi sejak dini merupakan investasi jangka panjang yang penting bagi pembangunan nasional.

Karena itu, alokasi anggaran untuk makanan dalam program MBG tetap dipertahankan.

Anggaran Program Sangat Besar

Program MBG menjadi salah satu program sosial dengan anggaran terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Total anggaran yang disiapkan untuk program ini pada 2026 diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.

Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan program, mulai dari pengadaan bahan makanan, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan kualitas gizi.

Besarnya anggaran tersebut membuat pemerintah perlu memastikan setiap pengeluaran benar-benar efektif dan tidak terjadi pemborosan.

Baca Juga :  Manchester Is Red Kembali Menggema

Efisiensi belanja nonprioritas menjadi salah satu strategi untuk menjaga keberlanjutan program tanpa menambah tekanan pada APBN.

Fokus pada Manfaat Langsung

Pemerintah ingin memastikan bahwa dana program MBG memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Oleh karena itu, evaluasi anggaran dilakukan untuk menghapus pengeluaran yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap penyediaan makanan.

Pendekatan ini diharapkan dapat membuat program lebih efektif sekaligus menjaga kesehatan fiskal negara.

Purbaya menekankan bahwa prinsip utama pengelolaan anggaran adalah memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

Apa itu program Makan Bergizi Gratis?
Program Makan Bergizi Gratis adalah program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Apakah anggaran program MBG akan dipangkas?
Tidak. Pemerintah menegaskan bahwa anggaran untuk penyediaan makanan tidak akan dipangkas. Efisiensi hanya dilakukan pada belanja yang tidak berkaitan langsung dengan makanan.

Mengapa pemerintah melakukan efisiensi anggaran MBG?
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas APBN dan mengantisipasi potensi kenaikan defisit akibat faktor eksternal seperti harga minyak dunia.

Siapa saja penerima manfaat program MBG?
Penerima manfaat meliputi siswa sekolah, anak usia dini, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Apa tujuan utama program MBG?
Tujuan utama program ini adalah meningkatkan gizi masyarakat, menurunkan angka stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(tim)

Berita Terkait

Tiap  WNI Lahir di RI Bakal Langsung Otomatis Peserta Aktif BPJS
Harga Emas Diprediksi Naik-Turun Pekan Depan, Ini Penyebabnya
Pemerintah Alihkan Anggaran Rp130 Triliun ke Program Produktif
Kredensialing Jadi Kunci Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
3 Pelatih Italia Akan Tampil di Piala Dunia 2026, Tapi Bukan Gennaro Gattuso
Politik kemarin, Presiden terima penghargaan Korea hingga SE WFH ASN
Bandingkan Pembatasan BBM di RI dan Malaysia, Beda Jauh Banget
Kode Redeem Free Fire Kamis 2 April 2026, Koleksi Skin FF Gratis
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 15:52 WIB

Tiap  WNI Lahir di RI Bakal Langsung Otomatis Peserta Aktif BPJS

Jumat, 3 April 2026 - 15:23 WIB

Harga Emas Diprediksi Naik-Turun Pekan Depan, Ini Penyebabnya

Kamis, 2 April 2026 - 15:54 WIB

Pemerintah Alihkan Anggaran Rp130 Triliun ke Program Produktif

Kamis, 2 April 2026 - 14:40 WIB

Kredensialing Jadi Kunci Hadirkan Layanan JKN Berkualitas

Kamis, 2 April 2026 - 13:39 WIB

3 Pelatih Italia Akan Tampil di Piala Dunia 2026, Tapi Bukan Gennaro Gattuso

Berita Terbaru

Gaya Hidup

Harga Emas Diprediksi Naik-Turun Pekan Depan, Ini Penyebabnya

Jumat, 3 Apr 2026 - 15:23 WIB