Pi Network Resmi Gunakan Protokol 20, Siap Hadirkan Kontrak Pintar dan dApps

Teknologi & Aplikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pi Network

Pi Network

Okepost.id – Pi Network resmi beralih ke Protokol 20, menandai lonjakan besar dalam pengembangan infrastruktur blockchain mereka.

Seluruh node utama kini telah menggunakan versi 20.2, yang menjadi fondasi baru bagi fitur lanjutan.

Pembaruan ini membuka jalan bagi implementasi kontrak pintar – fitur yang selama ini dinantikan oleh komunitas.

Dengan Protokol 20, jaringan kini mampu menjalankan logika terprogram langsung di blockchain, sehingga memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Tim pengembang Pi Network menegaskan bahwa mereka akan meluncurkan kontrak pintar secara bertahap.

Mereka memprioritaskan penggunaan nyata dibandingkan peluncuran cepat yang hanya memicu spekulasi.

Fokus pada Kegunaan Nyata

Tahap awal kemungkinan akan menghadirkan kontrak berbasis langganan. Model ini sudah banyak digunakan dalam berbagai aplikasi digital saat ini.

Selain itu, tim juga menyiapkan fitur seperti kontrak escrow dan alat NFT.

Langkah ini menunjukkan arah pengembangan Pi Network yang berfokus pada utilitas. Mereka ingin membangun ekosistem yang benar-benar digunakan, bukan sekadar menarik perhatian sesaat.

Baca Juga :  Stablecoin StablR Diretas, EURR dan USDR Lepas dari Patokan di Ethereum

Pengujian Ketat Sebelum Mainnet

Sebelum diterapkan secara luas, setiap kontrak pintar akan melewati audit eksternal untuk memastikan keamanan.

Setelah itu, tim akan membagikan kontrak kepada komunitas guna mendapatkan masukan.

Selanjutnya, pengembang akan menguji fitur tersebut di Testnet sebelum akhirnya meluncurkannya ke Mainnet.

Proses ini memang memakan waktu, tetapi bertujuan menjaga stabilitas jaringan.

Selain kontrak pintar, tim juga akan meningkatkan berbagai alat pendukung seperti Pi Wallet dan Pi SDK agar integrasi berjalan lebih mulus.

Dampak Besar bagi Ekosistem

Peralihan ke Protokol 20 menjadi tonggak penting bagi perjalanan Pi Network. Setelah lama fokus membangun basis pengguna, kini proyek mulai menghadirkan fungsi nyata.

Kontrak pintar memungkinkan pengembang menciptakan berbagai inovasi. Di sisi lain, pengguna bisa memanfaatkan Pi dengan lebih luas, tidak hanya untuk transaksi sederhana.

Perubahan Infrastruktur yang Signifikan

Protokol 20 membawa kemampuan baru dalam jaringan. Kini, sistem dapat menjalankan berbagai fungsi otomatis, seperti:

  • Penerbitan dan pengelolaan NFT
  • Transaksi marketplace
  • Eksekusi logika aplikasi berbasis kondisi tertentu
Baca Juga :  Tokocrypto Tembus 5 Juta Pengguna, Perkuat Dominasi di Pasar Kripto

Dengan kemampuan ini, Pi Network tidak lagi sekadar menjadi alat penyimpanan dan transfer token, tetapi juga platform aplikasi blockchain.

Hal Penting untuk Pengembang dan Pengguna

Pengembang dan pengguna perlu memperhatikan urutan implementasi fitur. Tahapan audit, Testnet, hingga Mainnet akan menentukan arah perkembangan ekosistem.

Pi Network tampaknya ingin mendorong aplikasi komersial lebih dulu sebelum memperluas ke sektor keuangan berbasis blockchain.

Jika NFT dan marketplace berkembang cepat, jaringan kemungkinan akan fokus pada ekonomi kreator dan perdagangan digital.

Protokol 20 bukan sekadar pembaruan biasa, tetapi langkah strategis menuju blockchain yang lebih fungsional. Pi Network kini bergerak dari tahap konsep menuju implementasi nyata.

Meski belum semua fitur tersedia, arah pengembangan ini menunjukkan bahwa Pi Network berkomitmen membangun ekosistem berbasis utilitas, bukan sekadar spekulasi.**

Berita Terkait

Bitcoin bertahan di atas $77.000 setelah short squeeze dipicu Treasury
Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam
BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun
Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Bitcoin bertahan di atas $77.000 setelah short squeeze dipicu Treasury

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:13 WIB

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

Nasional

PPPK Guru Hampir 1 Juta, Apakah Bisa Jadi PNS pada 2027?

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:14 WIB