Okepost.id – Kue cucur gula merah merupakan salah satu jajanan tradisional yang masih mudah ditemukan dan digemari karena memiliki tekstur khas yang sulit ditiru oleh kue lainnya. Bagian tengahnya terasa lembut dan sedikit kenyal, sementara pinggirannya bisa dibuat lebih tipis serta renyah, dengan aroma gula merah yang harum dan rasa manis yang pas. Meski bahan dasarnya sederhana, membuat kue cucur yang bersarang dan tidak bantat membutuhkan teknik tertentu agar hasilnya sesuai harapan.
Kunci keberhasilan resep kue cucur gula merah bukan hanya terletak pada adonan, tetapi juga pada proses mengolah tepung, mengaduk adonan, hingga mengatur suhu minyak ketika menggoreng. Jika salah satu tahap dilakukan terburu-buru, kue bisa menjadi terlalu padat, tidak berserat, atau menyerap banyak minyak. Karena itu, ikuti setiap langkah berikut agar kue cucur memiliki bagian tengah yang empuk, serat yang cantik, serta pinggiran renyah.
Bahan-Bahan Kue Cucur Gula Merah Anti Bantat
Sebelum membuat kue cucur, pastikan seluruh bahan sudah disiapkan dengan takaran yang tepat karena perbandingan tepung dan cairan sangat berpengaruh terhadap tekstur akhirnya. Gunakan gula merah yang berkualitas agar warna kue lebih menarik dan aromanya terasa harum, sedangkan campuran tepung beras dan tepung terigu membantu menghasilkan tekstur kue cucur yang khas.
Bahan-bahannya:
- 150 gram tepung beras
- 50 gram tepung terigu
- 150 gram gula merah, sisir halus
- 50 gram gula pasir
- 250 ml air
- 1 lembar daun pandan
- 1/4 sendok teh garam
- Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat Kue Cucur Gula Merah Anti Bantat
Proses pembuatan kue cucur perlu dilakukan secara bertahap agar adonan memiliki tekstur yang tepat dan mampu membentuk serat ketika digoreng. Jangan langsung menggoreng adonan setelah selesai dicampur karena waktu istirahat adonan ikut menentukan hasil akhirnya, terutama jika Anda ingin mendapatkan bagian tengah yang bersarang dan pinggir yang renyah.
1. Buat larutan gula merah. Masukkan air, gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam ke dalam panci, kemudian masak menggunakan api sedang hingga gula larut dan mendidih.
2. Saring larutan gula. Setelah gula larut, matikan api lalu saring larutan untuk memisahkan kotoran dari gula merah, kemudian biarkan hingga hangat.
3. Campurkan tepung. Masukkan tepung beras dan tepung terigu ke dalam wadah, lalu tuangkan larutan gula secara bertahap sambil diaduk menggunakan whisk atau tangan hingga adonan tercampur rata.
4. Uleni dan pukul adonan. Aduk atau pukul adonan secara konsisten selama sekitar 5–10 menit agar teksturnya lebih lentur dan membantu membentuk serat ketika digoreng.
5. Istirahatkan adonan. Tutup wadah menggunakan kain bersih atau plastik, kemudian diamkan adonan selama sekitar 30–60 menit agar teksturnya lebih stabil.
6. Periksa kekentalan adonan. Aduk kembali sebelum digoreng dan pastikan adonan tidak terlalu encer maupun terlalu kental, karena konsistensi adonan berpengaruh pada bentuk serta sarang kue cucur.
7. Panaskan minyak. Tuangkan minyak ke dalam wajan cekung dengan jumlah secukupnya, lalu panaskan menggunakan api sedang hingga minyak benar-benar panas.
8. Tuangkan adonan. Ambil satu sendok sayur adonan, kemudian tuangkan ke bagian tengah minyak dari posisi yang tidak terlalu tinggi.
9. Goreng tanpa membalik. Biarkan kue cucur mengembang dan membentuk serat, lalu siram-siram bagian atasnya dengan minyak panas menggunakan sendok agar bagian tengah matang tanpa perlu membalik kue.
10. Angkat dan tiriskan. Setelah pinggirannya terlihat renyah dan bagian tengah sudah matang, angkat kue cucur lalu tiriskan dalam posisi berdiri atau miring agar minyak berlebih turun.
Kue cucur gula merah memiliki rasa klasik yang sudah lezat, tetapi Anda juga dapat memberikan sedikit variasi untuk mendapatkan cita rasa dan tampilan yang berbeda. (*)









