AirAsia X naikkan “fuel surcharge” imbas lonjakan harga avtur

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Maskapai penerbangan AirAsia X mengungkapkan telah menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) sekitar 20 persen, dengan tarif rata-rata naik antara 30-40 persen imbas perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel, yang turut memengaruhi harga avtur dunia.

“Secara umum, secara keseluruhan, kami telah menambahkan sekitar 20 persen biaya tambahan pada bahan bakar/avtur. Dari segi tarif, kami cenderung menaikkan sekitar 30 persen hingga 40 persen dibandingkan sebelumnya,” kata Chief Commercial Officer AirAsia X Amanda Woo dalam konferensi pers yang digelar secara daring, dipantau dari Jakarta, Senin.

Adapun sebelumnya, harga avtur dunia dilaporkan melonjak tajam per April 2026, menembus kisaran 150–200 dolar AS per barel imbas perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Harga ini naik signifikan dari level normal di bawah 100 dolar AS.

Baca Juga :  Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Minggu 1 Februari 2026, Tebus Hadiah Epic

Selain melakukan penyesuaian harga, Woo mengatakan pihaknya juga mengoptimalkan jaringan atau konektivitas melalui pengurangan penerbangan dan penggabungan kapasitas (merging capacity) pada beberapa rute utamanya.

“Di tengah tekanan geopolitik dan gangguan rantai pasok, harga avtur global telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025. Untuk menjaga keberlanjutan operasional, kami melakukan penyesuaian tarif secara terukur, termasuk penerapan fuel surcharge satu kali di seluruh jaringan,” kata Group CEO AirAsia X Bo Lingam.

Baca Juga :  Honda Cb 2026 Resmi Hadir Di Indonesia, Kini Tampil Lebih Modern

Bo mengatakan, perusahaan juga terus mengoptimalkan jaringan dengan mengalihkan kapasitas ke rute yang lebih kuat, serta memaksimalkan konektivitas Fly-Thru melalui Kuala Lumpur di Malaysia dan Bangkok di Thailand untuk menangkap permintaan secara lebih efisien.

“Di sisi lain, kami aktif bernegosiasi dengan mitra strategis untuk mengendalikan biaya. Seiring dengan reaktivasi armada secara bertahap, unit cost akan semakin membaik, ditambah dengan penguatan mata uang ASEAN sebagai natural hedge terhadap biaya berbasis dolar AS (USD),” ujar dia. (*)

Berita Terkait

Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun untuk Sekolah Keagamaan
Kenapa Harga Plastik Naik Drastis? Ini Biang Keroknya
Batik Air Malaysia Kurangi 35 Persen Penerbangan akibat Harga Avtur Naik
Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Seleksi CPNS 2026 Lebih Ketat, Formasi Selektif dan Sistem Tes Berubah
Update Gaji ke-13 2026, Ini Daftar Penerima dan ASN yang Tidak Berhak
Lagi, 3 Pasukan Indonesia Jadi Korban Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon
Hati-Hati Konsumsi 3 Jenis Ikan Yang Sangat Disukai Warga Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 09:36 WIB

Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun untuk Sekolah Keagamaan

Selasa, 7 April 2026 - 09:31 WIB

Kenapa Harga Plastik Naik Drastis? Ini Biang Keroknya

Selasa, 7 April 2026 - 09:28 WIB

AirAsia X naikkan “fuel surcharge” imbas lonjakan harga avtur

Selasa, 7 April 2026 - 09:21 WIB

Batik Air Malaysia Kurangi 35 Persen Penerbangan akibat Harga Avtur Naik

Senin, 6 April 2026 - 14:16 WIB

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Berita Terbaru

Nasional

Kenapa Harga Plastik Naik Drastis? Ini Biang Keroknya

Selasa, 7 Apr 2026 - 09:31 WIB