Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun untuk Sekolah Keagamaan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp 24,8 triliun untuk sekolah keagamaan.

Nasaruddin menuturkan, tambahan anggaran tersebut difokuskan untuk upaya memperjuangkan kesetaraan kualitas pendidikan di Indonesia.

Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum,” kata Nasaruddin dalam keterangan ketika Rapat Tingkat Menteri (RTM) Bidang Pendidikan yang digelar secara daring bersama Kemenko PMK, dikutip dari siaran pers, Senin (6/4/2026).

Usulan tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan pada sejumlah program, di antaranya revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp 13,7 triliun, digitalisasi pembelajaran sebesar Rp 10,9 triliun, bantuan buku tulis gratis sebesar Rp 159 miliar, dan sekolah unggul garuda transformasi sebesar Rp 22,9 miliar.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Gelar Safari Jum’at di Masjid Nurul Hidayah Hamparan Rawang

Selain itu, tambahan anggaran tersebut juga digunakan untuk revitalisasi sebanyak 7.131 lembaga pendidikan yang perlu perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) yang mendesak.

“Anggaran revitalisasi sebesar Rp13,7 triliun direncanakan menyasar 7.131 lembaga satuan pendidikan, yang terdiri dari 6.973 madrasah, 128 sekolah Kristen, 13 sekolah Katolik, 9 sekolah Hindu, dan 8 sekolah Buddha,” jelasnya.

Nasaruddin lalu menyoroti kondisi bangunan madrasah yang saat ini masih banyak membutuhkan perbaikan serius.

Baca Juga :  Indonesia Absen di Olimpiade Musim Dingin 2026, Peluang Terbuka pada 2030

Menurutnya, kualitas sarpras adalah cerminan keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan.

“Semuanya harus setara karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka,” tutur dia.

Menag menuturkan, Kemenag ingin memastikan pendidikan keagamaan berjalan beriringan dengan semangat Asta Cita serta direktif Presiden RI Prabowo Subianto dalam mencetak generasi unggul.

Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan,” kata Nasaruddin.

Berita Terkait

Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768
Pemerintah Kaji Ulang Status PPPK Paruh Waktu, Ini Arah Kebijakan Terbarunya
BKN: PPPK dan PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi PNS Lewat Seleksi CPNS Resmi
21 Ribu PPPK Paruh Waktu Waswas, Rekrutmen Honorer Baru di Jatim Disorot
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik 15%, Pemerintah Didorong Pangkas PPN
BI: Cadangan Devisa USD146,2 Miliar Sangat Kuat, Lampaui Standar Kecukupan IMF
Minyakita Langka di Jakarta, Pedagang Ngeluh Stok Sudah Lama Kosong
Aliansi Honorer Non Database BKN Sambut Positif Komitmen Panja RUU ASN Bahas Aspirasi ke MenPANRB
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:43 WIB

Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Pemerintah Kaji Ulang Status PPPK Paruh Waktu, Ini Arah Kebijakan Terbarunya

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:23 WIB

BKN: PPPK dan PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi PNS Lewat Seleksi CPNS Resmi

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:54 WIB

21 Ribu PPPK Paruh Waktu Waswas, Rekrutmen Honorer Baru di Jatim Disorot

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:52 WIB

Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik 15%, Pemerintah Didorong Pangkas PPN

Berita Terbaru

Artikel

Manfaat Pisang Ambon Untuk Kesehatan Dan Energi Alami

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:11 WIB