Okepost.id, Jakarta – Pasar saham Indonesia mengalami tekanan berat pada perdagangan Selasa (3/11/2026). IHSG ditutup anjlok 192,54 poin atau 3,78 persen ke level 4.904,29.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam tekanan hingga sempat menyentuh posisi terendah 4.895,59. Kondisi ini menunjukkan kuatnya aksi jual yang dilakukan investor.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 717 saham melemah, hanya 69 saham menguat, sementara 177 saham lainnya tidak bergerak.
Seluruh 11 sektor saham juga berakhir di zona merah. Sektor barang baku mencatat koreksi terdalam sebesar 5,86 persen, disusul sektor energi yang turun 4,56 persen dan sektor industri sebesar 4,26 persen.
Aktivitas perdagangan mencapai Rp26,59 triliun dengan volume transaksi 11,72 miliar saham.
Tekanan pasar dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Kekhawatiran investor terhadap prospek industri teknologi dan AI, ketidakpastian politik Amerika Serikat, serta kenaikan inflasi pangan dalam negeri ikut membebani pergerakan indeks.
Situasi tersebut mendorong investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi. Akibatnya, IHSG kehilangan hampir 4 persen dalam satu hari perdagangan dan kembali berada di bawah level psikologis 5.000. (Pro)









