Bancassurance Masih Jadi Tulang Punggung Premi Asuransi Jiwa, OJK Ungkap Kontribusi Tembus 40,4%

Finansial

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Kanal bancassurance masih menjadi motor utama pertumbuhan premi industri asuransi jiwa di Indonesia sepanjang 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi bancassurance mencapai 40,4 persen dari total premi industri asuransi jiwa hingga Maret 2026.

Bancassurance merupakan kerja sama antara perbankan dan perusahaan asuransi dalam memasarkan produk proteksi kepada nasabah bank. Sementara itu, kanal distribusi keagenan tercatat menyumbang 17,6 persen terhadap total premi industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan dominasi bancassurance menunjukkan kanal tersebut masih menjadi penopang utama pertumbuhan premi industri asuransi jiwa dalam beberapa tahun terakhir.

“Hal ini didukung jaringan distribusi perbankan yang luas dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan yang terintegrasi dengan layanan keuangan,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026.

OJK menilai prospek bancassurance dan kanal keagenan masih akan terus berkembang seiring meningkatnya literasi keuangan, transformasi digital, serta inovasi produk yang semakin sesuai kebutuhan nasabah.

Meski demikian, regulator mengingatkan industri tetap harus memperhatikan tata kelola, perlindungan konsumen, dan kualitas pemasaran agar pertumbuhan premi berlangsung sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :  KIJA Keluar dari Indeks IDX Sharia Growth, Jababeka Pastikan Fundamental Perusahaan Tetap Kuat

AAJI Dorong Produk Lebih Sederhana

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kontribusi premi dari kanal bancassurance mencapai Rp76,91 triliun sepanjang 2025.

Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat menilai kemitraan perusahaan asuransi jiwa dan perbankan masih menjadi model distribusi yang efektif dalam menjangkau masyarakat luas.

Menurutnya, perusahaan asuransi perlu menghadirkan produk yang lebih sederhana, transparan, dan sesuai kebutuhan nasabah bank, terutama produk proteksi jangka panjang dengan skema premi reguler.

Selain itu, AAJI juga mendorong perusahaan dan bank menentukan target market yang lebih spesifik sesuai karakteristik nasabah masing-masing bank.

“Strategi segmentasi yang tepat akan membuat penetrasi lebih efektif dan tidak bersifat generik,” kata Emira.

AAJI juga menilai penguatan kompetensi tenaga pemasaran, integrasi sistem digital, serta pemanfaatan data analytics menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi underwriting dan kualitas layanan nasabah.

Prospek Bancassurance Dinilai Tetap Positif

Pengamat asuransi Dedi Kristianto menilai prospek bancassurance pada 2026 masih sangat positif dan diperkirakan tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan premi asuransi jiwa.

Menurutnya, dukungan basis nasabah bank yang besar serta digitalisasi layanan perbankan menjadi faktor utama penguatan kanal distribusi tersebut.

Baca Juga :  MSCI Coret ANTM dari Indeks Global, Tata Kelola BUMN Jadi Sorotan

Namun, industri juga diminta mewaspadai sejumlah tantangan seperti perlambatan daya beli masyarakat, risiko mis-selling, serta ketatnya persaingan bisnis.

“Perusahaan asuransi harus menjaga kualitas bisnis, layanan nasabah, dan persistensi polis agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dedi menyarankan perusahaan memperkuat kerja sama strategis dengan bank, mengembangkan produk yang relevan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan penawaran yang lebih personal kepada nasabah.

BCA Life Catat Pertumbuhan Premi 32,9%

Sementara itu, BCA Life menyebut bancassurance masih menjadi salah satu kanal distribusi utama perusahaan dengan kontribusi hampir 30 persen terhadap total pendapatan premi.

Presiden Direktur & CEO BCA Life, Eva Agrayani mengungkapkan pendapatan premi perusahaan sepanjang 2025 meningkat 32,9 persen secara tahunan menjadi Rp2 triliun.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut ditopang kekuatan jaringan dan sinergi ekosistem Grup BCA yang memiliki basis nasabah luas dan tingkat kepercayaan tinggi.

“Kontribusi bancassurance sejalan dengan model bisnis BCA Life yang bertumpu pada kekuatan jaringan dan sinergi grup,” ujarnya. (Pro)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Sinyal The Fed
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 29 Juli 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.087 per Dolar AS Pagi Ini
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Berita Terbaru

Internasional

Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Perdana Kirim 1.000 Ton

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:10 WIB