IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas

IHSG tertekan sepanjang pekan di tengah kenaikan yield obligasi AS dan aksi jual investor asing. SBR015, reksa dana, dan emas menjadi alternatif yang patut dicermati.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Pasar saham Indonesia kembali menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot 3,28 persen dalam sepekan di tengah kenaikan yield obligasi Amerika Serikat dan aksi jual investor asing.

Tekanan tersebut membuat investor perlu kembali mencermati strategi diversifikasi aset, mulai dari Surat Berharga Negara (SBN) ritel SBR015, reksa dana hingga emas.

Kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu sentimen yang menekan pasar keuangan global. Kondisi tersebut dapat mendorong investor mengurangi aset berisiko dan meningkatkan perhatian terhadap instrumen pendapatan tetap maupun aset lindung nilai.

Di dalam negeri, tekanan IHSG juga berjalan beriringan dengan aksi jual investor asing. Situasi ini membuat pergerakan pasar saham masih perlu diwaspadai meski peluang rebound tetap terbuka.

Baca Juga :  IPOT X Meluncur dengan AI-Native Intelligence, 1.100+ Metrik Bantu Investor Baca Pasar

SBR015 Jadi Pilihan Alternatif

Di tengah volatilitas pasar, SBR015 menjadi salah satu instrumen yang menarik dicermati. Pemerintah menawarkan SBR015 dengan kupon minimal 6,75 persen untuk tenor 2 tahun (SBR015T2) dan 6,85 persen untuk tenor 4 tahun (SBR015T4) per tahun.

Kupon SBR015 bersifat floating with floor, sehingga dapat berubah mengikuti suku bunga acuan dengan batas minimal tertentu. Masa penawaran berlangsung hingga 22 Oktober 2026.

Selain SBN, investor juga dapat mempertimbangkan reksa dana sesuai profil risiko. Reksa dana pasar uang cenderung menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan stabilitas, sedangkan reksa dana pendapatan tetap dapat dipertimbangkan untuk eksposur pada instrumen obligasi.

Baca Juga :  IHSG Ditutup Melemah 0,86 Persen, Saham BYAN hingga BREN Jadi Pemberat

Emas Tetap Jadi Alternatif Diversifikasi

Emas juga kembali menjadi perhatian ketika pasar saham mengalami tekanan. Aset ini kerap digunakan investor sebagai bagian dari diversifikasi portofolio ketika ketidakpastian pasar meningkat.

Namun, investor tetap perlu menyesuaikan pilihan instrumen dengan tujuan investasi, jangka waktu, serta toleransi terhadap risiko. Jangan hanya mengejar potensi keuntungan ketika pasar sedang bergejolak.

Dengan IHSG yang masih menghadapi tekanan, strategi diversifikasi menjadi penting. Investor dapat membagi portofolio ke beberapa kelas aset agar tidak terlalu bergantung pada pergerakan satu instrumen. (Pro)

Berita Terkait

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju
IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%
Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana
Daftar Saham Margin dan Short Selling Oktober 2026: Ada ASII, BBCA hingga BUMI
IHSG Ditutup Melemah, Saham GOTO Anjlok 13,95% ke Rp37
Ondo Perps Buka Trading Saham dan ETF Tokenisasi 24 Jam, Aset Bisa Jadi Jaminan Perpetual
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:57 WIB

IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:28 WIB

IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

INVESTASI

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:23 WIB