Okepost.id – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan ratusan personel serta berbagai peralatan untuk mempercepat operasi pencarian.
Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan sebanyak 250 personel SAR terlatih diterjunkan ke lokasi terdampak. Selain itu, Basarnas juga menyiagakan 450 personel pendukung untuk memperkuat operasi di lapangan.
Dalam operasi pencarian, Basarnas mengoptimalkan unsur udara dan darat. Dari udara, tim mengoperasikan 12 unit drone untuk memantau area longsoran. Sementara di darat, personel SAR dan alat berat dikerahkan di titik-titik yang dinilai aman.
Syafii menjelaskan kondisi tanah yang masih labil menjadi kendala utama dalam penggunaan alat berat. Meski demikian, operasi pencarian tetap dilanjutkan tanpa dihentikan.
Tim SAR juga mengerahkan anjing pelacak K-9 dari TNI dan Polri guna membantu pencarian korban. Pemerintah turut melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung kelancaran proses evakuasi.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan pemerintah memberikan dukungan penuh kepada korban bencana. Pemerintah telah menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak.
Ia menyebut warga pengungsi dapat menempati hunian sementara atau tinggal sementara bersama keluarga. Ke depan, pemerintah akan merelokasi warga ke lokasi yang lebih aman sesuai rekomendasi Badan Geologi.
Suharyanto juga menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti warga yang masih tinggal di kawasan rawan longsor meski belum terdampak langsung.









