Okepost.id – Secara fisik, mungkin seseorang terlihat baik-baik saja. Namun sebenarnya kamu sedang tidak baik-baik saja, atau bahkan mengarah pada masalah kesehatan mental. Berikut beberapa tandanya.
1. Merasa bersalah karena beristirahat
Lelah dan stres bukan hal aneh di tengah dunia yang serba sibuk. Istirahat adalah hal yang mutlak diperlukan. Namun beberapa orang justru merasa bersalah karena beristirahat.
2. Bilang “Aku baik-baik saja” padahal tidak
Upaya menekan emosi dan menghindari perasaan yang kompleks digunakan untuk mengatasi masalah dan menghemat waktu serta energi.
3. Terlalu sering minta maaf
Orang yang merasa tidak aman kronis, takut ditolak, atau trauma yang belum terselesaikan cenderung terlalu sering meminta maaf untuk mengatasi rasa ketidakmampuan mereka sendiri.
4. Rasa paling aman saat sibuk
Ternyata ada orang yang merasa paling aman saat dirinya sibuk. Apa kamu juga demikian? Kamu mungkin menjadwalkan kegiatan secara berlebihan, mengisi kekosongan dengan bermain gadget atau hiburan tanpa makna untuk menghindari gejolak emosi.
5. Butuh suara latar terus-menerus
Studi dari The Gerontologist menemukan penggunaan suara latar belakang dan suara tv di rumah untuk mendapatkan rasa tenang sebenarnya paling umum terjadi pada orang yang mengalami isolasi dan kesepian.
6. Menghindari kesendirian dan keheningan
Kadang kamu perlu menghabiskan waktu sendirian untuk memberi sistem saraf, otak, dan tubuh kesempatan untuk bersantai, merenung, dan ‘charge’ energi. Meski kamu bukan seorang introvert, waktu sendirian tetap penting.
7. Kurang tidur
Begadang semalaman kerap diagungkan dan dibanggakan. Seseorang kuat begadang demi produktivitas. Namun situasi ini bisa merugikan kesehatan dan kesejahteraan
8. Menganggap rasa sakit sebagai realitas kedewasaan
Banyak konten atau meme berkaitan dengan kehidupan usia dewasa. Kamu mungkin merasa ‘related’. Pun muncul anggapan bahwa perjuangan sehari-hari, rasa lelah, sakit adalah realitas kedewasaan. Padahal itu semua ‘tanda bahaya’ seseorang merasa kesulitan.
9. Terputus dari hal yang pernah dinikmati
Studi dari European Child and Adolescent Psychiatry menemukan banyak orang menderita depresi dan masalah kesehatan mental mengalami anhedonia.
Anhedonia adalah kehilangan atau kurang kesenangan terhadap hal-hal yang dulu dinikmati. Hal ini bisa berhubungan dengan hobi atau meluangkan waktu untuk melakukan ritual tertentu.(*)









