Okepost.id – Beragam faktor memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Banyak di antaranya berkaitan dengan pilihan gaya hidup yang sebenarnya dapat dimodifikasi oleh individu.
Sebuah studi terbaru menyoroti bahwa tiga penyesuaian sederhana pada kualitas tidur, pola makan, dan aktivitas fisik dapat memberikan dampak yang berarti.
Dipimpin oleh tim peneliti dari University of Sydney, penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana kombinasi ketiga faktor tersebut memengaruhi kesehatan jantung.
Analisis yang melibatkan 53.242 partisipan dengan usia rata-rata 63 tahun menunjukkan bahwa penambahan sekitar 11 menit waktu tidur, peningkatan 4,5 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat, serta konsumsi tambahan seperempat cangkir sayuran per hari, berkaitan dengan penurunan risiko kejadian kardiovaskular utama sebesar 10 persen dalam periode delapan tahun.
Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan karena melakukan beberapa perubahan kecil yang digabungkan, kemungkinan lebih mudah dicapai dan berkelanjutan bagi kebanyakan orang, dibandingkan dengan mencoba perubahan besar dalam satu perilaku.”
Jika kamu ingin menetapkan target yang lebih besar, kombinasi perilaku optimal adalah tidur 8-9 jam setiap malam, olahraga sedang hingga berat selama 42 menit atau lebih per hari, dan skor kualitas diet yang moderat.
Aktivitas fisik atau olahraga sedang hingga berat adalah sesuatu seperti jalan cepat, menaiki tangga, atau membawa belanjaan.
Sementara itu, kualitas diet dinilai berdasarkan memperbanyak asupan buah, sayuran, ikan, dan biji-bijian utuh, serta konsumsi daging olahan dan minuman manis yang lebih rendah.
Namun, kesehatan kita kompleks, dan ketiga faktor tersebut (tidur, olahraga, dan diet) juga saling memengaruhi: Olahraga yang lebih baik dapat berarti tidur yang lebih baik, misalnya.
Analisis baru ini memberi para peneliti wawasan baru yang bermanfaat tentang bagaimana perilaku yang lebih sehat ini bekerja bersama untuk memengaruhi risiko penyakit.
Kami berencana untuk mengembangkan temuan ini untuk menciptakan alat digital baru yang mendukung orang-orang dalam melakukan perubahan gaya hidup positif dan membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan,” kata ahli epidemiologi dan penulis senior Emmanuel Stamatakis, dari Universitas Sydney.
Studi ini semakin memperkuat bukti bahwa perbaikan kesehatan dapat dimulai dari perubahan kecil yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari. (*)









