Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren positif dengan penguatan terbatas pada perdagangan Selasa (21/7/2026).
Sejumlah analis juga merilis rekomendasi saham yang dinilai berpeluang memberikan keuntungan di tengah pergerakan pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 56,24 poin atau 0,91 persen ke level 6.231,78. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dari level pembukaan 6.197,47 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.249,90.
Penguatan indeks didukung mayoritas saham yang berada di zona hijau. Sebanyak 399 saham menguat, 210 saham melemah, dan 185 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp10.860,65 triliun.
Dari kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memimpin penguatan dengan kenaikan 9 persen ke level Rp2.120 per saham. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,88 persen menjadi Rp2.710, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang menguat 1,88 persen ke Rp815.
Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,78 persen menjadi Rp4.010 per saham dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) bertambah 1,68 persen ke level Rp3.020.
Di daftar top gainers, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) mencatat kenaikan paling tinggi setelah melonjak 23,53 persen ke harga Rp105 per saham.
Tim riset MNC Sekuritas menilai ruang penguatan IHSG masih terbuka, tetapi cenderung terbatas. Secara teknikal, indeks diperkirakan berada di akhir fase wave (c) dari wave [iv] sehingga berpotensi menguji area 6.264 sebelum menghadapi risiko koreksi ke kisaran 5.747–5.935.
Namun, jika IHSG mampu menembus level 6.377, peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju area 6.450 hingga 6.545.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan level support berada di 6.111 dan 5.839, sedangkan resistance berada di 6.286 dan 6.599.
Adapun rekomendasi saham yang layak diperhatikan investor adalah strategi buy on weakness pada saham AMMN, BULL, dan NCKL. Sementara saham BIPI direkomendasikan untuk strategi trading buy seiring peluang pergerakan jangka pendek yang masih positif. (Pro)









