IHSG Pekan Depan Diprediksi Bergerak 6.450–6.700, Pasar Cermati Kebijakan The Fed

Kebijakan The Fed, BoE, dan BoJ hingga pergerakan harga minyak, rupiah, serta yield SBN menjadi sentimen penting pasar.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan pekan depan. Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berada dalam rentang 6.450 hingga 6.700.

Investor akan mencermati keputusan kebijakan moneter sejumlah bank sentral utama dunia. Agenda tersebut dinilai dapat menentukan arah pasar keuangan global dalam beberapa hari ke depan.

Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut perhatian investor akan tertuju pada Federal Reserve (The Fed) pada 16 September, Bank of England (BoE) pada 17 September, dan Bank of Japan (BoJ) pada 18 September 2026.

Harga Minyak dan Yield US Treasury Jadi Sorotan

Baca Juga :  Saham TCPI Masuk Daftar HSC BEI, FTSE Russell Siap Keluarkan Emiten Berkonsentrasi Tinggi dari Indeks

Selain kebijakan bank sentral, pasar juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak mentah. Pergerakan komoditas tersebut dapat memengaruhi kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global.

Phintraco Sekuritas sebelumnya menilai kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Dari dalam negeri, investor akan memantau pergerakan nilai tukar rupiah serta imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Kedua indikator tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar saham Indonesia.

IHSG Masih Berpeluang Menguat, tetapi Risiko Koreksi Ada

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih mampu bertahan. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi dan aksi ambil untung setelah pergerakan pasar sepanjang pekan ini.

Baca Juga :  Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah - Ringgit Perkasa, Won Jatuh

IHSG menutup perdagangan Jumat, 11 September 2026, di level 6.541,38. Indeks melemah 0,73 persen setelah sempat menyentuh level 6.462.

Secara mingguan, IHSG tercatat turun 1,43 persen.

Dengan mempertimbangkan sentimen global, faktor domestik, serta indikator teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG pekan depan bergerak pada kisaran 6.450–6.700.

Investor pun disarankan mencermati perkembangan kebijakan bank sentral global dan indikator ekonomi sebelum menentukan strategi perdagangan. (Pro)

Berita Terkait

Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat
BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks
IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan
IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas
IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham
BEI Catat 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean Bursa
IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati
BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:08 WIB

BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:12 WIB

IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:33 WIB

IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:53 WIB

BEI Catat 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean Bursa

Berita Terbaru