Mustahil Berlaku Seumur Hidup, Ini Alasan SIM Kedaluwarsa Tiap 5 Tahun Sekali

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Surat Izin Mengemudi (SIM) mustahil bisa berlaku seumur hidup.
Karena SIM tak hanya berfungsi sebagai syarat legal berkendara, tetapi juga menjadi bukti pengemudi masih layak dan kompeten mengemudi di jalan raya.

Karena itu, SIM memiliki masa berlaku atau kedaluwarsa dan wajib diperpanjang setiap 5 tahun sekali untuk memastikan kondisi fisik, mental, serta kemampuan berkendara pemiliknya tetap memenuhi standar keselamatan.

Selain untuk memperbarui data pengemudi, perpanjangan SIM juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat faktor usia, kesehatan, maupun menurunnya kemampuan motorik pengendara.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jateng, AKBP Prianggo Malau mengatakan, SIM memiliki masa berlaku selama 5 tahun dan harus diperpanjang sebelum habis masa berlakunya.

“Dijelaskan pada Pasal 1, SIM Ranmor Perseorangan dan SIM Ranmor Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a dan huruf b berlaku selama lima tahun terhitung mulai tanggal penerbitan dan dapat diperpanjang sebelum habis masa berlakunya,” papar Prianggo belum lama ini menukil Kompas.com.

Baca Juga :  Cara Membuat Tape Ubi Ungu Lembut Tanpa Gagal, Dijamin Manis Legit

Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, SIM memang perlu memiliki masa kedaluwarsa sehingga pemilik wajib melakukan perpanjangan secara berkala setiap 5 tahun.

Hal itu bertujuan untuk mengontrol kompetensi pemiliknya. Bila perlu ada aturan khusus yang membatasi SIM, khususnya untuk manula, misalnya perpanjangan SIM dipercepat menjadi tiap tahun,” ujar Sony dikutip dari Kompas.com.

Sony menegaskan, pembuat kebijakan perlu memahami perilaku dan kondisi fisik pemilik SIM dapat berubah seiring bertambahnya usia. Karena itu, pengemudi perlu menjalani asesmen berkala guna memastikan kemampuan berkendara tetap aman.

Baca Juga :  Pengusaha Teriak Harga Plastik Bisa Melambung hingga 70 Persen

Batasan kepemilikan SIM sebaiknya ada. Misalnya, setelah berusia 50 tahun ke atas wajib dilakukan asesmen setahun sekali untuk melihat sejauh mana kemampuan motorik dan ada tidaknya penyakit penyerta,” tutur Sony.

Menurut dia, jika seorang pengemudi sudah dinilai tidak lagi memiliki kompetensi mengemudi yang memadai, petugas berwenang dapat mencabut SIM demi menjaga keselamatan lalu lintas.

Sony juga menilai pengujian yang lebih intens terhadap pemilik SIM lanjut usia penting diterapkan karena risiko kecelakaan bisa meningkat apabila kondisi kesehatan dan kompetensi mengemudi tidak terpantau dengan baik.

Umumnya para manula tidak secara rutin melakukan general check up untuk memeriksa kesehatannya. Karena itu, dari sisi keselamatan berkendara, kompetensi mengemudi manula perlu dikontrol lewat SIM. (*)

Berita Terkait

Sambut HUT RI, Bright Gas Diskon hingga Rp 8.100 per Tabung hingga akhir Agustus
BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu
Presiden Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan
Presiden Prabowo Bakal Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Lokasinya
BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026
FHNK2I Tendik Pilih Menunggu Kebijakan Pemerintah, Soroti Nasib PPPK Paruh Waktu dan Downgrade
BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan
PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu Usai Kontrak Setahun, Ini Syarat Resminya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Sambut HUT RI, Bright Gas Diskon hingga Rp 8.100 per Tabung hingga akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:49 WIB

BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Presiden Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Presiden Prabowo Bakal Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Lokasinya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:42 WIB

BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026

Berita Terbaru

Internasional

Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Perdana Kirim 1.000 Ton

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:10 WIB