Okepost.id – MERANGIN, Angin segar berhembus bagi dunia pendidikan dan mahasiswa asal Kabupaten Merangin. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin rupanya menaruh perhatian serius pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menyiapkan kucuran dana bernilai fantastis untuk program beasiswa di Tahun Anggaran 2026.
Tidak tanggung-tanggung, total dana yang disiapkan menembus angka miliaran rupiah dan difokuskan bagi mahasiswa jenjang Strata 1 (S1).
Berikut adalah rincian detail dari program “pencetak sarjana” di Merangin tersebut:
– Pagu Anggaran Tembus Rp 2,2 Miliar: Tercatat dengan Kode RUP 41943177, paket dengan nomenklatur Belanja Beasiswa ini memakan pagu anggaran yang sangat besar, yakni Rp 2.200.000.000 (Rp 2,2 Miliar).
– Fokus untuk Mahasiswa S1: Dalam kolom uraian pekerjaannya, Setda Merangin menegaskan secara spesifik bahwa miliaran rupiah tersebut diperuntukkan bagi “Belanja Beasiswa S 1”.
– Dikelola Internal (Swakelola Tipe 1): Sama seperti operasional instansi, dana beasiswa pendidikan ini berstatus Swakelola Tipe 1. Artinya, Sekretariat Daerah Merangin memegang kendali penuh sebagai penyelenggara, mulai dari proses pendataan, verifikasi syarat, hingga penyaluran dana ke rekening mahasiswa.
– Jadwal Eksekusi Sepanjang Tahun: Proses pelaksanaan program beasiswa ini dijadwalkan berjalan dari Januari hingga Desember 2026.
Kucuran dana Rp 2,2 Miliar murni untuk membantu biaya kuliah mahasiswa S1 asal Merangin ini tentu patut diapresiasi tinggi. Ini adalah langkah konkret pemerintah daerah dalam mencetak generasi terdidik yang kelak akan membangun Merangin.
Namun, karena dikelola secara internal (Swakelola), publik dan elemen mahasiswa menuntut agar Setda Merangin menerapkan standar transparansi yang ketat. Kriteria penerima, syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), hingga kuota jalur mahasiswa berprestasi dan kurang mampu harus diumumkan secara terbuka.
Jangan sampai niat mulia bernilai miliaran rupiah ini justru salah sasaran atau hanya dinikmati oleh segelintir ‘orang dekat’ birokrasi, sementara mahasiswa pelosok yang benar-benar membutuhkan malah gigit jari.(*)









