Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.920

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Melansir data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,06% ke posisi Rp17.920/US$ pada pembukaan perdagangan pagi ini. Meski menguat, mata uang Garuda tengah berjuang menjauhi level psikologis Rp18.000/US$.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (20/7/2026), rupiah ditutup melemah 0,25% ke posisi Rp17.930/US$. Sepanjang perdagangan, rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.990/US$ sebelum memangkas pelemahannya menjelang penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,18% dan semakin mendekati level 101. Rupiah mampu menguat meski dolar AS tengah bergerak perkasa di pasar global. Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah dan penguatan dolar AS.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Desa Koto Keras Terima Sumbangan 1 Unit Ambulance

Dolar AS bergerak di sekitar level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Selasa. Pasar masih mencerna kabar yang beragam dari Timur Tengah. Konflik yang berlanjut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia, sementara harapan tercapainya gencatan senjata memberikan sedikit kelegaan.

Ketegangan meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut menambah ancaman terhadap jalur pasokan energi global dan membuat harga minyak bergerak tajam di sekitar level tertinggi dalam enam pekan.

Baca Juga :  Dolar AS Sentuh Rp18.000, Ini Faktor yang Menekan Rupiah

Meski demikian, peluang meredanya konflik masih terbuka setelah Teheran menerima proposal gencatan senjata selama 10 hari dari para mediator. Ketidakpastian tersebut berpotensi memperkuat permintaan terhadap aset aman seperti dolar AS. Kondisi ini dapat mempersempit ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) hari ini memulai Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan. Rapat akan berakhir pada Rabu (22/7/2026), dengan pasar menantikan keputusan BI mengenai arah suku bunga acuannya. (*)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.932 per Dolar AS Pagi Ini Rabu 22 Juni 2026
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
Dolar Mendadak Terkapar, Rupiah Perkasa di Asia
Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026
Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.932 per Dolar AS Pagi Ini Rabu 22 Juni 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:38 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.920

Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dolar Mendadak Terkapar, Rupiah Perkasa di Asia

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:22 WIB

Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa

Berita Terbaru