Okepost.id – Bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 24 Januari 2026, meninggalkan duka mendalam bagi puluhan warga. Selain merusak permukiman, longsor tersebut merenggut nyawa sejumlah anggota keluarga dalam satu waktu.
Salah satu kisah pilu dialami Muhammad Rival (15), seorang santri yang kehilangan kedua orang tua dan adik kandungnya. Saat longsor terjadi, Rival tengah menempuh pendidikan di sebuah pesantren di wilayah Cililin.
Bibi Rival, Neng Solihat, mengatakan pihak pesantren menyampaikan kabar musibah tersebut kepada Rival. Mendengar berita itu, Rival langsung menangis dan terus menunjukkan kesedihan mendalam.
Pihak pesantren kemudian menghubungi keluarga dan memutuskan membawa Rival ke lokasi bencana.
“Awalnya saya minta jangan dulu dibawa ke sini, tapi karena Rival terus menangis, akhirnya pihak pesantren membawa dia ke lokasi,” ujar Neng Solihat saat On Air di Radio PRFM News Channel, Minggu (1/2/2026).
Rival tiba di lokasi bencana pada hari kedua pascakejadian. Saat itu, jenazah ayah, ibu, dan adiknya belum ditemukan. Proses pencarian berlangsung selama beberapa hari hingga akhirnya seluruh anggota keluarga inti Rival berhasil ditemukan. Sementara itu, beberapa korban dari keluarga besarnya masih dalam pencarian.
Neng Solihat menyebut longsor tersebut menelan total 14 korban jiwa dari keluarga besarnya yang berasal dari empat Kartu Keluarga (KK). Tiga KK tinggal dalam satu rumah di wilayah Pasir Kuda, sementara satu KK lainnya menempati rumah terpisah di Pasir Kuning.
Meski kehilangan seluruh keluarga inti, Rival menunjukkan ketegaran. Ia bahkan ikut membantu proses pencarian korban di lokasi longsor.
“Awalnya memang terlihat sangat sedih, tapi Alhamdulillah sekarang Rival sehat dan tegar,” kata Neng Solihat.
Ke depan, keluarga berencana melanjutkan pendidikan Rival di pesantren. Rival juga akan dimasukkan ke dalam KK milik Neng Solihat. Selama masa pengungsian, kebutuhan dasar Rival telah terpenuhi melalui bantuan masyarakat dan berbagai pihak.
“Insyaallah sekolah dan pesantrennya tetap lanjut. Kebutuhan di sini juga Alhamdulillah tercukupi,” pungkasnya. **









