Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 di Pangkep Ditemukan, SAR Masuki Evaluasi Hari Ketujuh

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah ditemukan. Hingga Jumat (23/1/2026), tim menemukan 10 korban dalam tujuh hari operasi pencarian.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii mengatakan tim mengevakuasi dua korban pada Jumat pagi. Tiga korban lainnya sudah siap dijemput melalui jalur udara, sementara satu korban masih dalam proses evakuasi.

“Sehingga hari ini, mudah-mudahan kita bisa mengevakuasi kembali empat korban,” ujar Syafii kepada wartawan.

Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR mengevakuasi jenazah dalam kantong jenazah, meski beberapa korban ditemukan tidak dalam kondisi tubuh utuh.

Baca Juga :  Kode Redeem FF 5 Februari 2026, Dapatkan 100 Token Jujutsu Kaisen Gratis

“Hari ini tercatat 10 paket kantong jenazah. Sembilan sudah siap, satu masih dalam proses evakuasi,” kata Syafii. Tim menemukan korban terakhir sekitar pukul 08.40 WITA.

Syafii menjelaskan tim menemukan korban di medan yang sangat ekstrem. Lokasi berada di kedalaman sekitar 100 meter hingga lebih dari 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Kondisi tersebut membuat tingkat kesulitan operasi terus meningkat setiap hari.

“Hanya personel dengan kemampuan khusus dan keahlian high angle rescue yang bisa masuk ke lokasi,” ujarnya.

Basarnas akan mengevaluasi kelanjutan operasi SAR setelah hari ketujuh pencarian. Evaluasi melibatkan unsur udara, darat, serta tim Disaster Victim Identification (DVI).

Baca Juga :  Santri 15 Tahun Kehilangan Seluruh Keluarga Akibat Longsor Pasirlangu

“DVI biasanya menyampaikan apakah operasi perlu diperpanjang atau dihentikan, berdasarkan temuan di lapangan,” kata Syafii.

Ia menegaskan perpanjangan operasi bukan keputusan mudah. Basarnas harus mempertimbangkan beratnya medan, keterbatasan personel khusus, serta kondisi fisik para petugas. Setiap personel yang keluar-masuk area operasi wajib menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Pesawat sempat hilang kontak sebelum akhirnya diketahui menabrak lereng Gunung Bulusaraung.

 

Sumber : https://makassar.kompas.com/read/2026/01/23/114741178/seluruh-korban-jatuhnya-pesawat-atr-42-500-sudah-ditemukan-dalam-7-hari

Berita Terkait

Sambut HUT RI, Bright Gas Diskon hingga Rp 8.100 per Tabung hingga akhir Agustus
BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu
Presiden Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan
Presiden Prabowo Bakal Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Lokasinya
BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026
FHNK2I Tendik Pilih Menunggu Kebijakan Pemerintah, Soroti Nasib PPPK Paruh Waktu dan Downgrade
BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan
PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu Usai Kontrak Setahun, Ini Syarat Resminya
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Sambut HUT RI, Bright Gas Diskon hingga Rp 8.100 per Tabung hingga akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:49 WIB

BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Presiden Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Presiden Prabowo Bakal Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Lokasinya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:42 WIB

BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026

Berita Terbaru

Internasional

Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Perdana Kirim 1.000 Ton

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:10 WIB