BKN Perluas Program ASN Bekerja Dekat Keluarga, Zudan: Tingkatkan Kinerja dan Kurangi Beban Biaya Hidup

Sebanyak 38 ASN telah dipindahkan lebih dekat ke domisili melalui dua tahap pelaksanaan program yang mengutamakan keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan kesejahteraan pegawai.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh, mulai mengimplementasikan program penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bekerja lebih dekat dengan keluarga dan domisili. Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Kepala BKN Nomor 842 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 27 Juli 2026.

Program ini telah memasuki tahap kedua dengan total 38 ASN yang dipindahkan ke lokasi kerja yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Pada tahap pertama, sebanyak 27 pegawai BKN dipindahkan, sedangkan tahap kedua mencakup 11 pegawai.

Pemindahan dilakukan antarunit kerja di lingkungan BKN, mulai dari kantor pusat, kantor regional, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN di berbagai daerah.

Zudan menegaskan, kebijakan tersebut akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari strategi pengelolaan ASN yang berorientasi pada peningkatan kinerja sekaligus kesejahteraan pegawai.

Baca Juga :  Aturan Baru PPPK 2026: BKN Tegaskan Penghargaan dan Sanksi, Termasuk Potongan Gaji

Menurutnya, program ini bukan sekadar memindahkan pegawai agar lebih dekat dengan keluarga, melainkan tetap mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Ia menekankan tiga prinsip utama dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Pertama, setiap ASN harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan organisasi. Kedua, ASN harus terus meningkatkan kinerja sebagai dasar pengembangan karier. Ketiga, kesejahteraan dan kebahagiaan pegawai menjadi faktor penting untuk mendorong produktivitas kerja.

“Jika belum dapat meningkatkan pendapatan ASN, setidaknya kita harus membantu mengurangi beban pengeluaran mereka. Penempatan yang lebih dekat dengan keluarga dan domisili diharapkan membuat ASN bekerja lebih maksimal, lebih bahagia, dan lebih sejahtera,” ujar Zudan.

BKN menilai kebijakan ini menjadi bentuk komitmen dalam membangun manajemen ASN yang adaptif dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan organisasi dan kesejahteraan pegawai.

Baca Juga :  Aturan Baru Berlaku, Guru PPPK Kini Bisa Jadi Kepala Sekolah

Melalui program tersebut, BKN juga berharap kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dapat mengadopsi kebijakan serupa sesuai kebutuhan masing-masing, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Zudan menambahkan, selama pelayanan publik tetap berjalan optimal, penataan penempatan ASN yang lebih dekat dengan keluarga dapat menjadi strategi membangun birokrasi yang produktif, profesional, dan humanis.

Ia juga menilai pengelolaan ASN yang mampu menyeimbangkan kepentingan organisasi dengan kesejahteraan pegawai merupakan investasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif dan berkinerja tinggi.

Selain meningkatkan motivasi kerja, kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan beban biaya hidup ASN, mulai dari pengeluaran transportasi, tempat tinggal, hingga kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian, pegawai memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan fokus kerja dan memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas.(Pro)

Berita Terkait

490 Daerah Berpotensi Dapat Tambahan Dana, Menkeu Pastikan Gaji ASN Tetap Dibayar
Guru PPPK Desak Prabowo Angkat PPPK dan PPPK Paruh Waktu Jadi PNS pada HUT RI Ke-81
Sekda Alpian Minta OPD Pacu PAD Saat Evaluasi Realisasi Anggaran Triwulan II 2026
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru Lewat Perpres Nomor 40 Tahun 2026, Ini Daftar Wilayahnya
DPR Dukung Program BKN Dekatkan ASN dengan Domisili dan Keluarga, Ini Syaratnya
AHY Luncurkan Garuda Finisher, Wadah Komunitas Lari Gen Z Dan Milenial
Gubernur Al Haris Terima Audiensi Komisaris Utama PT Jasa Raharja
Badai PHK Ancam Industri Rokok, Pengusaha Minta Prabowo Revisi Aturan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:33 WIB

490 Daerah Berpotensi Dapat Tambahan Dana, Menkeu Pastikan Gaji ASN Tetap Dibayar

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

BKN Perluas Program ASN Bekerja Dekat Keluarga, Zudan: Tingkatkan Kinerja dan Kurangi Beban Biaya Hidup

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:24 WIB

Guru PPPK Desak Prabowo Angkat PPPK dan PPPK Paruh Waktu Jadi PNS pada HUT RI Ke-81

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:07 WIB

Sekda Alpian Minta OPD Pacu PAD Saat Evaluasi Realisasi Anggaran Triwulan II 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru Lewat Perpres Nomor 40 Tahun 2026, Ini Daftar Wilayahnya

Berita Terbaru

Artikel

3 Resep Ayam Bakar Bumbu Meresap yang Gurih Nikmat Buat Lauk

Kamis, 30 Jul 2026 - 11:29 WIB