Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan

Pelemahan indeks kepercayaan konsumen dan masuknya Indonesia ke watchlist S&P Dow Jones menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (9/7/2026).

Mata uang Garuda diproyeksikan berada di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS di tengah kuatnya sentimen global dan domestik.

Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (8/7/2026) melemah tipis 0,19% ke level Rp18.014 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap rupiah meningkat setelah Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia pada Juni mengalami penurunan.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap perlambatan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Bikin Geleng Kepala, Ini Sosok Manusia yang Hartanya Melampaui Kas Negara

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari pasar modal setelah S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam watchlist untuk potensi penurunan status pasar saham dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Meski belum menjadi keputusan final, langkah tersebut dinilai meningkatkan kehati-hatian investor asing terhadap aset Indonesia, termasuk rupiah.

Di sisi eksternal, pelaku pasar masih menunggu rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat. Dokumen tersebut diperkirakan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga :  Syarat Klaim Saldo DANA Gratis Rp234.000 ke Dompet Digital Pagi Ini, Wajib Akun Premium

Jika bank sentral AS kembali menunjukkan sikap hawkish, dolar AS berpotensi menguat sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sementara itu, dari dalam negeri investor juga menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia yang akan menjadi indikator penting untuk mengukur daya beli masyarakat dan prospek pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.

Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih bergerak terbatas dalam rentang Rp17.950–Rp18.050 per dolar AS hingga muncul kepastian mengenai kondisi ekonomi domestik maupun arah kebijakan moneter Amerika Serikat.(Pro)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Sinyal The Fed
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 29 Juli 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.087 per Dolar AS Pagi Ini
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

Nasional

PPPK Guru Hampir 1 Juta, Apakah Bisa Jadi PNS pada 2027?

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:14 WIB