Santri 15 Tahun Kehilangan Seluruh Keluarga Akibat Longsor Pasirlangu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 24 Januari 2026, meninggalkan duka mendalam bagi puluhan warga. Selain merusak permukiman, longsor tersebut merenggut nyawa sejumlah anggota keluarga dalam satu waktu.

Salah satu kisah pilu dialami Muhammad Rival (15), seorang santri yang kehilangan kedua orang tua dan adik kandungnya. Saat longsor terjadi, Rival tengah menempuh pendidikan di sebuah pesantren di wilayah Cililin.

Bibi Rival, Neng Solihat, mengatakan pihak pesantren menyampaikan kabar musibah tersebut kepada Rival. Mendengar berita itu, Rival langsung menangis dan terus menunjukkan kesedihan mendalam.

Pihak pesantren kemudian menghubungi keluarga dan memutuskan membawa Rival ke lokasi bencana.

Baca Juga :  38 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu Ditemukan, 20 Teridentifikasi

“Awalnya saya minta jangan dulu dibawa ke sini, tapi karena Rival terus menangis, akhirnya pihak pesantren membawa dia ke lokasi,” ujar Neng Solihat saat On Air di Radio PRFM News Channel, Minggu (1/2/2026).

Rival tiba di lokasi bencana pada hari kedua pascakejadian. Saat itu, jenazah ayah, ibu, dan adiknya belum ditemukan. Proses pencarian berlangsung selama beberapa hari hingga akhirnya seluruh anggota keluarga inti Rival berhasil ditemukan. Sementara itu, beberapa korban dari keluarga besarnya masih dalam pencarian.

Neng Solihat menyebut longsor tersebut menelan total 14 korban jiwa dari keluarga besarnya yang berasal dari empat Kartu Keluarga (KK). Tiga KK tinggal dalam satu rumah di wilayah Pasir Kuda, sementara satu KK lainnya menempati rumah terpisah di Pasir Kuning.

Baca Juga :  Korban Longsor Cisarua: 74 Jasad Ditemukan, 6 Korban Masih Dicari

Meski kehilangan seluruh keluarga inti, Rival menunjukkan ketegaran. Ia bahkan ikut membantu proses pencarian korban di lokasi longsor.

“Awalnya memang terlihat sangat sedih, tapi Alhamdulillah sekarang Rival sehat dan tegar,” kata Neng Solihat.

Ke depan, keluarga berencana melanjutkan pendidikan Rival di pesantren. Rival juga akan dimasukkan ke dalam KK milik Neng Solihat. Selama masa pengungsian, kebutuhan dasar Rival telah terpenuhi melalui bantuan masyarakat dan berbagai pihak.

“Insyaallah sekolah dan pesantrennya tetap lanjut. Kebutuhan di sini juga Alhamdulillah tercukupi,” pungkasnya. **

Berita Terkait

Guru PPPK Paruh Waktu Diusulkan Jadi Penuh Waktu, DPR Sebut Gaji Minimal Bisa Tembus Rp7 Juta
Harga BBM Pertamax Turbo & Diesel Resmi Turun, Berlaku 1 Juli 2026
Update Buyback Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini, Rabu 1 Juli 2026
PPPK Paruh Waktu Dapat Sinyal Positif, DPR Siapkan Regulasi Peralihan ke PPPK Penuh Waktu
Adkasi Usul Revisi UU Pemda, Daerah Diminta Punya Fiskal Kuat untuk Gaji PPPK
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Tanpa Tes, BKN: Pengangkatan Bertahap Sesuai Anggaran
PPPK Paruh Waktu Diusulkan Jadi Penuh Waktu, Gaji Berpotensi Ditanggung APBN
Pemkab Temanggung Pastikan Gaji PPPK dan PPPK Paruh Waktu Aman, Anggarkan Rp11,8 Miliar per Bulan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:01 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Diusulkan Jadi Penuh Waktu, DPR Sebut Gaji Minimal Bisa Tembus Rp7 Juta

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:24 WIB

Harga BBM Pertamax Turbo & Diesel Resmi Turun, Berlaku 1 Juli 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:09 WIB

Update Buyback Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini, Rabu 1 Juli 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:36 WIB

PPPK Paruh Waktu Dapat Sinyal Positif, DPR Siapkan Regulasi Peralihan ke PPPK Penuh Waktu

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:16 WIB

Adkasi Usul Revisi UU Pemda, Daerah Diminta Punya Fiskal Kuat untuk Gaji PPPK

Berita Terbaru