Kenapa Wanita Paling Banyak Kekurangan Vitamin D Dibanding Laki-Laki?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Kekurangan vitamin D ternyata masih menjadi masalah kesehatan yang sangat umum, terutama di kalangan wanita. Meski bisa diperoleh dari sinar matahari, banyak perempuan tetap tidak mendapatkan kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh mereka.

Vitamin D memiliki peran penting dalam tubuh. Nutrisi ini membantu penyerapan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta berperan dalam fungsi otot dan saraf.

Namun, berbagai faktor biologis dan gaya hidup membuat wanita lebih rentan mengalami defisiensi dibanding pria. Tubuh memproduksi vitamin D saat kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari.

Baca Juga :  Prabowo Soal Isu MBG Demi 2029: Kalau Rakyat Pilih Saya Lagi, Apa Salahnya?

Namun, banyak orang, terutama wanita, menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan, menggunakan tabir surya, atau mengenakan pakaian yang menutup sebagian besar kulit. Faktor geografis juga berpengaruh. Mereka yang tinggal di wilayah dengan musim dingin panjang atau paparan matahari terbatas mengalami penurunan produksi vitamin D alami.

Tanpa paparan yang cukup, tubuh kesulitan memenuhi kebutuhan vitamin D-nya sendiri. Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, misalnya salmon, tuna, sarden, kuning telur, hati, serta produk yang diperkaya seperti susu atau sereal tertentu.

Baca Juga :  Diburu Warganet, Ini Game Penghasil Saldo DANA Tercepat dan Terbukti Membayar

Wanita cenderung memiliki kadar vitamin D lebih rendah dibanding pria. Salah satu alasannya berkaitan dengan komposisi tubuh.

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, sehingga dapat “tersimpan” dalam jaringan lemak dan tidak selalu tersedia secara optimal dalam sirkulasi darah. Perubahan hormon, termasuk selama kehamilan dan menopause, juga dapat memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh.

1. Penurunan kepadatan tulang dan peningkatan risiko osteoporosis
2. Nyeri otot dan kelemahan
3. Gangguan sistem imun
4. Perubahan mood (dalam beberapa kasus). (*)

Berita Terkait

DPR Dukung Program BKN Dekatkan ASN dengan Domisili dan Keluarga, Ini Syaratnya
AHY Luncurkan Garuda Finisher, Wadah Komunitas Lari Gen Z Dan Milenial
Badai PHK Ancam Industri Rokok, Pengusaha Minta Prabowo Revisi Aturan
Dua Jalan Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Darurat Jet Tempur, Ini Lokasinya
AP3KI Desak KORPRI Perjuangkan Hak PPPK, Soroti Tunjangan dan Kenaikan Gaji yang Belum Merata
Dewan Pers: Regulasi Media Sosial Mendesak agar Profesi Jurnalis Tidak Tersingkir
Pertamina Ungkap Pergeseran Konsumsi BBM ke Pertalite dan Biosolar
Dirjen GTK Dukung Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Harapan Kabar Baik dari Presiden Prabowo Makin Menguat
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 07:40 WIB

DPR Dukung Program BKN Dekatkan ASN dengan Domisili dan Keluarga, Ini Syaratnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:58 WIB

AHY Luncurkan Garuda Finisher, Wadah Komunitas Lari Gen Z Dan Milenial

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:13 WIB

Badai PHK Ancam Industri Rokok, Pengusaha Minta Prabowo Revisi Aturan

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:55 WIB

Dua Jalan Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Darurat Jet Tempur, Ini Lokasinya

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:34 WIB

AP3KI Desak KORPRI Perjuangkan Hak PPPK, Soroti Tunjangan dan Kenaikan Gaji yang Belum Merata

Berita Terbaru

Teknologi

Meluncur Agustus 2026, Harga Google Pixel 11 Dikabarkan Naik

Minggu, 26 Jul 2026 - 13:55 WIB