Okepost.id – Pasar motor listrik di Indonesia saat ini masih didominasi merek asal China.
Namun, pabrikan Jepang seperti Honda mulai serius masuk ke segmen ini dengan menghadirkan beberapa model resmi di Tanah Air.
Langkah ini menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin motor listrik non-China, dengan standar kualitas khas pabrikan Jepang.
Berikut pilihan motor listrik Honda yang sudah diperkenalkan hingga 2026 dan resmi masuk Indonesia.
1. Honda EM1 e
Model ini jadi motor listrik pertama Honda yang dijual resmi di Indonesia.
• Harga: Rp 40 – 40,5 jutaan (OTR Jakarta)
• Jarak tempuh: sekitar 40 km
• Kecepatan: sekitar 45 km/jam
Desainnya kompak dengan dek rata dan cocok untuk mobilitas harian jarak dekat. Baterainya bisa dilepas (swap battery) menggunakan Honda Mobile Power Pack.
2. Honda CUV e
Skutik listrik terbaru Honda dengan fitur lebih lengkap.
• Harga: Rp 53 – 61 jutaan
• Tenaga: 6 kW
• Top speed: 83 km/jam
• Jarak tempuh: sekitar 80 km
Dilengkapi fitur modern seperti layar digital besar, keyless, hingga konektivitas RoadSync. Cocok untuk penggunaan dalam kota dengan performa lebih tinggi.
3. Honda ICON e
Pilihan paling terjangkau dari Honda.
• Harga: Rp 28 – 32 jutaan
• Tenaga: 1,8 kW
• Top speed: 55 km/jam
• Jarak tempuh: sekitar 50 km
Motor ini mengusung konsep simpel dan ringan, cocok untuk kebutuhan harian seperti ke kampus atau kerja jarak dekat.
Data Kementerian ESDM menunjukkan populasi motor listrik di Indonesia terus meningkat, didorong insentif pemerintah hingga Rp 7 juta per unit.
Namun, sebagian besar pasar masih diisi merek China. Kehadiran Honda menjadi penyeimbang, terutama bagi konsumen yang mengutamakan brand Jepang.
Honda saat ini mulai menawarkan pilihan motor listrik dari entry-level hingga yang kelas premium.
Meski harganya masih lebih tinggi dibanding beberapa kompetitor, kualitas, fitur, dan jaringan servis menjadi nilai tambah.
Bagi konsumen yang ingin beralih ke motor listrik tanpa meninggalkan brand Jepang, lini EM1 e:, CUV e:, dan ICON e: bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. (*)









