Polisi Naikkan Kasus Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek–KRL Bekasi ke Penyidikan

Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi KRL Bekasi

Tragedi KRL Bekasi

Okepost.id, Jakarta – Kepolisian resmi menaikkan status kasus kecelakaan kereta api di Bekasi ke tahap penyidikan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan siap mendukung penuh proses hukum demi meningkatkan keselamatan transportasi perkeretaapian.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh dalam kasus tersebut.

“Investigasi dan seluruh proses harus didukung penuh untuk keselamatan perkeretaapian ke depan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

16 Korban Jiwa dalam Tabrakan Maut

Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (17/5). Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya 16 orang.

Baca Juga :  Tragedi KA vs KRL di Bekasi Timur, Warga Doakan Korban Lewat Aksi Tabur Bunga

Polisi Periksa Puluhan Saksi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti awal yang cukup.

“Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti termasuk CCTV,” jelasnya di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 24 saksi. Pemeriksaan masih berlanjut dengan tambahan tujuh orang yang memiliki peran penting dalam operasional kereta, seperti petugas Pusdalops, PPKA, petugas sinyal, masinis, hingga pengendali perjalanan kereta.

Baca Juga :  Tragedi KRL Bekasi, 14 Korban Tewas, 10 Jenazah Masih Diidentifikasi RS Polri

Libatkan Puslabfor, Telusuri Faktor Teknis

Dalam penyidikan, polisi juga menggandeng Puslabfor Mabes Polri untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Tim akan menelusuri kemungkinan gangguan teknis, termasuk sistem kelistrikan dan sinyal di lokasi kejadian.

Sopir Taksi Online Masih Berstatus Saksi

Sementara itu, sopir taksi online berinisial RRP yang turut terlibat dalam insiden masih berstatus saksi. Polisi mengungkap bahwa RRP baru bekerja sebagai pengemudi sejak 25 April 2026 dan hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum kejadian.(Pro)

Berita Terkait

Prediksi CPNS 2026 Dibuka Juni, Ini Bocoran Formasi yang Banyak Dibutuhkan
Sering Dijual di Jalan, Buah Ini Ternyata Penangkal Asam Urat
Manfaat Daun Kencur untuk Kesehatan Tubuh
Kabar Baik untuk Guru Honorer, Kemendikdasmen Pastikan Penugasan dan Gaji Tetap Berjalan
BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Pemda-BPD di Kawasan Timur Indonesia
Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 11 Mei 2026
DPR RI Desak Pemerintah Alihkan Guru Honorer ke PPPK Penuh Waktu
SE Mendikdasmen No. 7 Tahun 2026, Guru Honorer Terdata di Dapodik Jadi Prioritas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:30 WIB

Prediksi CPNS 2026 Dibuka Juni, Ini Bocoran Formasi yang Banyak Dibutuhkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:50 WIB

Sering Dijual di Jalan, Buah Ini Ternyata Penangkal Asam Urat

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:18 WIB

Manfaat Daun Kencur untuk Kesehatan Tubuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:24 WIB

Kabar Baik untuk Guru Honorer, Kemendikdasmen Pastikan Penugasan dan Gaji Tetap Berjalan

Senin, 11 Mei 2026 - 13:03 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Pemda-BPD di Kawasan Timur Indonesia

Berita Terbaru

Artikel

Rekomendasi Jus Sayur Terbaik untuk Turunkan Berat Badan

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:03 WIB