Malaysia Genjot Mobil Nasional, Indonesia Masih Konsep

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Langkah agresif dalam menyongsong era elektrifikasi global terus ditunjukkan oleh produsen otomotif asal Malaysia, Proton. Merek mobil nasional negeri jiran tersebut resmi mengumumkan rencana ekspansi kapasitas operasional pabrik perakitan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) baru mereka di Tanjung Malim.

Rencana perluasan ini dilakukan setelah melihat tingginya permintaan pasar terhadap lini produk elektrifikasi teranyar mereka, eMas. Nilai investasi yang dialokasikan untuk proyek intervensi kapasitas ini tidak main-main, yakni mencapai RM 37 juta (sekitar Rp 128 miliar). Menariknya, keputusan strategis ini diambil hanya berselang sembilan bulan setelah fasilitas perakitan modern tersebut pertama kali resmi beroperasi.

Genjot Produksi Dua Kali Lipat

Sebagai informasi, pabrik EV senilai RM 82 juta yang berdiri di atas lahan seluas 5,57 hektar di dalam kompleks utama Proton Tanjung Malim ini awalnya dirancang untuk kapasitas tahap pertama sebesar 20.000 unit per tahun. Namun, lewat proyek perluasan yang dipercepat ini, kapasitas produksi tahunan fasilitas tersebut diproyeksikan melonjak drastis menjadi 42.000 unit.

Saat ini, pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 391 karyawan. Dengan adanya penambahan fasilitas baru, pihak pabrikan memastikan bakal ada pembukaan lapangan kerja baru guna mendukung akselerasi produksi massal tersebut.

Baca Juga :  Yamaha NMAX 2026 Hadir dengan Varian Turbo Tech MAX Ultimate, Pakai Performance Damper Biar Makin Stabil!

Akselerasi ini dipicu oleh performa impresif eMas 5 di pasar domestik. Berdasarkan data internal perusahaan, eMas 5 sukses mencatat angka pengiriman sebanyak 8.472 unit dalam empat bulan pertama tahun 2026. Raihan tersebut mengukuhkan posisinya sebagai model EV terlaris di Malaysia dengan selisih angka yang sangat signifikan dibanding kompetitornya.

Demi memangkas inden dan mempercepat distribusi ke tangan konsumen, lini produksi lokal tidak akan bekerja sendirian. Model SUV listrik eMas 5 akan segera ditemani oleh saudaranya, eMas 7, untuk dirakit di jalur perakitan yang sama.

Jika diakumulasikan, kombinasi penjualan eMas 5, eMas 7, serta eMas 7 PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) sukses menyumbang total penjualan kendaraan elektrifikasi Proton sebanyak 11.617 unit sepanjang periode Januari hingga April 2026. Angka performa ini merepresentasikan lonjakan pertumbuhan yang fantastis, yakni sebesar 329 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menanggapi fenomena pertumbuhan yang masif ini, Wakil CEO Proton, Datuk Abdul Rashid Musa, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem elektrifikasi.

Baca Juga :  5 Penyebab Rambut Kusut, dari Rambut Kering hingga Tekstur Rambut

“Permintaan pelanggan telah melampaui proyeksi awal kami, dan ini telah mempercepat rencana kami untuk melokalisasi kapasitas produksi. Selain meningkatkan volume produksi, investasi ini juga mencerminkan komitmen Proton untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Malaysia,” ujar Abdul Rashid, dikutip dari Paultan.org, Rabu (3/6/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa langkah lokalisasi ini memiliki dampak domino yang positif bagi industri hilir otomotif setempat. Dengan memperluas aktivitas perakitan lokal, kami juga menciptakan peluang untuk pengembangan bakat, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasokan otomotif lokal seiring Malaysia bergerak menuju masa depan yang lebih terlistrikkan,” kata Rashid.

Update Mobil Nasional di Indonesia

Berbeda dengan Malaysia, Indonesia bahkan belum memulai produksi mobil nasional. Status mobil listrik nasional masih dalam tahap pengembangan dengan hadirnya Indigenous Indonesian Car (i2C).

Mobil konsep dengan bentuk SUV tersebut sudah dipamerkan ke publik. Rencananya, SUV listrik 7-penumpang ini akan diproduksi dengan menggandeng fasilitas milik pabrikan yang ada di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Suzuki S-Presso Jadi Pilihan Mobil Pertama Gen Z, Tawarkan Efisiensi dan Fitur Digital Modern
Polytron Fox Air Jadi Pilihan Motor Listrik Jarak Jauh, Kecepatan 95 Km/Jam dan Tempuh 130 Km
Geely EX2 Terbaru Meluncur, Harga Rp 100 Jutaan
Kawasaki KLE500 SE 2026 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Tembus Rp159 Jutaan dan Siap Tantang Motor Adventure Populer
Jetour T1 Mengaspal di Indonesia, Punya 2 Pilihan Mesin ICE dan Hybrid i-DM
Muncul Saingan Honda Gold Wing, CFMoto 1250TR-G Usung Mesin LC8 KTM
Kilas Balik Potensi Performa Honda Prelude Yang Laris Di Indonesia
Honda ICON e Diskon Besar, Harga Motor Listrik Ini Kini Lebih Murah dari Honda Wave
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:41 WIB

Suzuki S-Presso Jadi Pilihan Mobil Pertama Gen Z, Tawarkan Efisiensi dan Fitur Digital Modern

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:36 WIB

Polytron Fox Air Jadi Pilihan Motor Listrik Jarak Jauh, Kecepatan 95 Km/Jam dan Tempuh 130 Km

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:34 WIB

Geely EX2 Terbaru Meluncur, Harga Rp 100 Jutaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:03 WIB

Kawasaki KLE500 SE 2026 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Tembus Rp159 Jutaan dan Siap Tantang Motor Adventure Populer

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:40 WIB

Jetour T1 Mengaspal di Indonesia, Punya 2 Pilihan Mesin ICE dan Hybrid i-DM

Berita Terbaru

Artikel

Buah yang Bagus untuk Otak Anak: Bikin Makin Pintar !

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:57 WIB