DPR dan Pemerintah Sepakati Target Ekonomi 2027 Tumbuh 5,8–6,5%, Danantara Diminta Beri Kontribusi Nyata

Banggar DPR meminta pemerintah memperkuat investasi, menjaga konsumsi masyarakat, dan menekan risiko fiskal.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah/dpr.go.id

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah/dpr.go.id

Okepost.id, Jakarta – DPR dan pemerintah menyepakati target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Target tersebut masuk dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menilai target itu harus diikuti langkah konkret agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi juga lebih berkualitas. Menurutnya, pemerintah perlu mempercepat transformasi struktural sebagai fondasi untuk mendorong ekonomi nasional tumbuh lebih tinggi. (29/6/26)

Banggar DPR juga meminta pemerintah menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kisaran 5,3 persen hingga 5,6 persen. Pemerintah didorong menyempurnakan program bantuan sosial, subsidi, dan kompensasi agar lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  DPR Ingatkan THR Harus Cair 2 Minggu Sebelum Lebaran, Perusahaan Langgar Harus Disanksi!

Selain itu, pemerintah perlu memperluas lapangan kerja, mengendalikan inflasi pangan, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta memperbaiki iklim investasi. Langkah tersebut mencakup penyederhanaan regulasi, penurunan biaya logistik, pemberian insentif perpajakan, dan kepastian hukum bagi investor.

Di sektor investasi, Banggar menargetkan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi nasional tumbuh 6,5 persen hingga 7,5 persen. DPR juga mendorong penguatan program hilirisasi industri dan pembangunan sektor industri prioritas agar Indonesia semakin kuat dalam rantai pasok global.

Said turut menyoroti peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Ia menegaskan lembaga tersebut perlu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  DPR RI Setujui Adies Kadir Jadi Calon Hakim Mahkamah Konstitusi

“Sudah waktunya Danantara kita tagih kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Untuk asumsi ekonomi makro 2027, pemerintah dan DPR menyepakati sasaran inflasi pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Sementara nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Dalam postur fiskal 2027, pendapatan negara ditargetkan mencapai 12,01 persen–12,40 persen terhadap PDB, sedangkan belanja negara diperkirakan berada pada kisaran 13,81 persen–14,80 persen terhadap PDB.

Banggar DPR juga menyoroti kenaikan Debt Service Ratio (DSR) pemerintah yang mendekati 47,19 persen. DPR meminta pemerintah menyiapkan peta jalan pengelolaan dan mitigasi utang agar keberlanjutan fiskal tetap terjaga. (Pro)

Berita Terkait

Swiss Buka Kesempatan Kerja untuk WNI Lewat Program Young Professionals
Mahasiswa Turun ke Jalan, Ancaman Pekerjaan Formal dan Menyusutnya Kelas Menengah Jadi Sorotan
Pemerintah Temukan 40 Persen Lebih Bansos Salah Sasaran, Perlinsos Digital Dipercepat Mulai 2026
Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Segera Berlaku? Presiden Prabowo Tinggal Teken Aturan
Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juni 2026 Naik, Simak Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Menguat ke Rp17.935 per Dolar AS Hari Ini, Ditopang Harapan Damai Timur Tengah dan Sinyal BI
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah dan BI Jadi Sorotan
Harga Emas Anjlok ke Level Terendah dalam Lebih dari Dua Bulan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:39 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakati Target Ekonomi 2027 Tumbuh 5,8–6,5%, Danantara Diminta Beri Kontribusi Nyata

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:58 WIB

Swiss Buka Kesempatan Kerja untuk WNI Lewat Program Young Professionals

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:28 WIB

Mahasiswa Turun ke Jalan, Ancaman Pekerjaan Formal dan Menyusutnya Kelas Menengah Jadi Sorotan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:55 WIB

Pemerintah Temukan 40 Persen Lebih Bansos Salah Sasaran, Perlinsos Digital Dipercepat Mulai 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:56 WIB

Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Segera Berlaku? Presiden Prabowo Tinggal Teken Aturan

Berita Terbaru