Perdamaian AS-Iran Picu Optimisme Pasar, IHSG dan Saham Konglomerat Berpotensi Menguat

Penurunan harga minyak dan kembali terbukanya Selat Hormuz dinilai menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia serta nilai tukar rupiah.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan positif diperkirakan akan mewarnai perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (15/6/2026). Sentimen tersebut dipicu oleh tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang turut memengaruhi pasar komoditas global.

Analis Investasi Stockbit, Edi Chandren, menyampaikan bahwa penurunan harga minyak dunia sekitar 4 persen dan kenaikan harga emas sekitar 2 persen menjadi respons awal pasar terhadap kesepakatan tersebut.

Harga minyak yang berada di kisaran US$80 per barel dinilai dapat mengurangi tekanan fiskal pemerintah. Kondisi itu juga berpotensi memberikan dukungan terhadap penguatan rupiah serta saham-saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.

Secara sektoral, saham emiten komoditas seperti EMAS, BRMS, ARCI, dan HRTA diperkirakan memperoleh sentimen positif. Di sisi lain, berkurangnya kekhawatiran investor terhadap risiko global dipandang dapat mendorong minat pada saham-saham konglomerasi.

Baca Juga :  IHSG Tertekan ke Area 6.000, Saham Big Caps Kompak Melemah pada Awal Perdagangan

Pada awal perdagangan, sejumlah saham yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro tercatat menguat. Saham BUVA naik 7,10 persen menjadi Rp830, MINA menguat 7,64 persen ke Rp310, RAJA bertambah 4,80 persen ke Rp3.930, sementara RATU naik 4,46 persen menjadi Rp4.920.

Penguatan juga terjadi pada saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu. BREN melonjak 6,13 persen ke Rp4.330, BRPT naik 5,59 persen menjadi Rp1.795, CDIA menguat 5,80 persen ke Rp730, CUAN bertambah 6,25 persen ke Rp765, dan TPIA naik 7,30 persen ke Rp1.985.

Sementara itu, saham-saham Grup Salim turut bergerak di zona hijau. ICBP naik 4,33 persen menjadi Rp6.625, INDF menguat 1,56 persen ke Rp6.525, LSIP naik 4 persen ke Rp1.300, dan SIMP bertambah 3,74 persen menjadi Rp555.

Baca Juga :  Ashmore Ungkap Risiko Terbesar Pasar Saham Indonesia pada 2026

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan telah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Kesepakatan tersebut juga diikuti dengan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz tanpa pungutan biaya.

Melalui pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Trump menyebut blokade Angkatan Laut AS akan dicabut dan aktivitas pelayaran internasional dapat kembali berjalan normal. Langkah tersebut dinilai berpotensi menstabilkan pasokan energi global sekaligus meredakan ketidakpastian di pasar keuangan internasional.

Kembalinya akses penuh di Selat Hormuz diperkirakan akan menjaga kelancaran distribusi minyak dunia, yang selama ini sangat bergantung pada jalur pelayaran strategis tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang mendukung optimisme investor terhadap prospek pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Bangkit 16,4 Persen Usai Koreksi Terdalam 18 Tahun, Analis: Baru Napas Buatan
MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal Indonesia, Investor Asing Waspadai Free Float dan Arus Informasi
IHSG Menguat ke 6.198 Meski MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Pasar Indonesia
IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Pasar Tunggu Putusan MSCI yang Bisa Tentukan Arah Bursa
IHSG Ditutup Melemah 0,55 Persen, Saham TPIA, BREN dan DSSA Pimpin Penurunan
IHSG Melonjak 4 Persen, Rupiah Menguat dan Investor Lokal Borong Saham Unggulan
Top Broker BEI Pekan Ini Dipimpin UBS Sekuritas, Transaksi Saham Capai Puluhan Triliun Rupiah
IHSG Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, BBCA hingga BREN Tercatat Jadi Penopang Utama Penguatan Indeks
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:46 WIB

IHSG Bangkit 16,4 Persen Usai Koreksi Terdalam 18 Tahun, Analis: Baru Napas Buatan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:30 WIB

MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal Indonesia, Investor Asing Waspadai Free Float dan Arus Informasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:02 WIB

IHSG Menguat ke 6.198 Meski MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Pasar Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:09 WIB

IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Pasar Tunggu Putusan MSCI yang Bisa Tentukan Arah Bursa

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:43 WIB

IHSG Ditutup Melemah 0,55 Persen, Saham TPIA, BREN dan DSSA Pimpin Penurunan

Berita Terbaru

Otomotif

Harga Terbaru Hyundai Tucson Hybrid Tahun 2026, Harganya Segini

Minggu, 21 Jun 2026 - 12:47 WIB