Rupiah Menguat 0,80% Dalam Sepekan, Pasar Nantikan Keputusan RDG BI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Ini merupakan hari keempat penguatan rupiah secara berturut-turut. Jumat (17/7/2026), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 65 atau 0,36% menjadi Rp 17.921 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah spot menguat 0,80% dari posisi Rp 18.065 per dolar AS pada Jumat (10/7/2026).

Kurs rupiah Jisdor juga tercatat menguat Rp 97 atau 0,54% menjadi Rp 17.944 per dolar AS pada hari ini. Kurs rupiah Jisdor pun menguat dalam empat hari perdagangan beruntun. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,69% dari posisi Rp 18.069 per dolar AS pada akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Kirim Bantuan Logistik dan Dana untuk Korban Bencana Sumbar

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah pada akhir pekan terutama ditopang oleh kembali masuknya dana asing, baik ke pasar obligasi maupun pasar saham domestik. “Rupiah ditutup menguat cukup tajam ke level Rp 17.910 per dolar AS oleh dukungan kembali masuknya dana asing baik di obligasi maupun ekuitas,” ujar Lukman kepada Kontan, Sabtu (18/7/20).

Selain itu, pergerakan rupiah turut mendapat sentimen positif dari indeks dolar AS (DXY) yang melemah tipis serta penurunan harga minyak mentah dunia. Menurut Lukman, pada pergerakan rupiah awal pekan mendatang, sentimen global masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Sementara dari dalam negeri, sentimen domestik yang mulai membaik diperkirakan akan terus menopang pergerakan rupiah.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Jumat 5 Juni 2026 Naik, Simak Daftar Lengkap per Gram

Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa dan Rabu, 21-22 Juli 2026. Lukman memperkirakan BI masih berpeluang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Untuk perdagangan Senin (20/7/2026), Lukman memperkirakan rupiah akan di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.000 per dolar AS. (*)

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Juli 2026 Antam, Galeri 24, dan UBS
Harga Emas Pegadaian 21 Juli 2026: Galeri24 Naik, Antam dan UBS Bervariasi
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 20 Juli 2026: Galeri 24 hingga UBS
Grafik Harga Emas Antam Batangan (18 Juli 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Harga Emas Berpeluang Cetak Rekor Tertinggi Lagi pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Cek Nilai Jual Antam, UBS, dan Galeri24 Sebelum Transaksi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Harga Emas Pegadaian 21 Juli 2026: Galeri24 Naik, Antam dan UBS Bervariasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:51 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 20 Juli 2026: Galeri 24 hingga UBS

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIB

Rupiah Menguat 0,80% Dalam Sepekan, Pasar Nantikan Keputusan RDG BI

Berita Terbaru