Cara Membuat Pohon Mangga Kerdil Cepat Berbuah, Ikuti Langkah yang Direkomendasikan Ahli

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Memiliki pohon mangga yang tetap kerdil tetapi rajin berbuah menjadi keinginan banyak orang, terutama yang tinggal di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas. Namun, pohon mangga tidak bisa dibuat cepat berbuah hanya dengan mengandalkan pupuk atau ramuan tertentu. Keberhasilan tanaman memasuki fase generatif dipengaruhi oleh varietas, umur tanaman, teknik budidaya, hingga kondisi lingkungan.

Menurut pakar IPB Digitani, cara paling efektif mempercepat pembuahan mangga adalah menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif, memilih varietas yang tepat, melakukan pemangkasan secara rutin, serta memberikan perawatan yang sesuai.

1. Gunakan bibit hasil okulasi atau sambung pucuk

Langkah pertama yang paling menentukan adalah memilih bibit. Bibit mangga yang berasal dari okulasi (budding) atau sambung pucuk (grafting) umumnya lebih cepat memasuki masa berbuah dibandingkan tanaman yang berasal dari biji. Hal ini karena batang atas berasal dari pohon induk yang sudah matang secara fisiologis.

IPB Digitani merekomendasikan penggunaan bibit vegetatif berumur sekitar 1,5–2 tahun dengan batang kokoh dan sambungan yang telah menyatu sempurna agar peluang cepat berbuah lebih tinggi.

Temuan tersebut juga didukung penelitian LenteraBio Universitas Negeri Surabaya, yang menunjukkan bahwa teknik grafting menghasilkan bibit mangga dengan pertumbuhan yang baik ketika dipadukan dengan pemupukan yang tepat.

2. Pilih varietas yang memang cocok untuk ukuran kerdil

Ukuran pohon mangga juga dipengaruhi oleh varietasnya. Menurut IPB Digitani, beberapa varietas yang relatif mudah dipelihara dalam pot atau pekarangan sempit antara lain:

  • Nam Dok Mai
  • Okyong
  • Manalagi Kecil
  • Mangga Apel
  • Nangklingwan
Baca Juga :  Daftar HP Sejutaan Paling Worth It Mei 2026

Varietas tersebut memiliki tajuk yang lebih mudah dikendalikan melalui pemangkasan rutin sehingga cocok bagi pekarangan rumah.

3. Bentuk tajuk dengan pemangkasan rutin

Pemangkasan merupakan salah satu teknik penting agar pohon tetap pendek sekaligus produktif. Cabang yang terlalu rapat, saling bertumpuk, atau tumbuh ke arah dalam sebaiknya dipangkas agar sinar matahari dapat masuk ke seluruh bagian tajuk. Selain menjaga ukuran tanaman tetap kerdil, pemangkasan juga membantu merangsang pembentukan cabang produktif tempat bunga dan buah muncul.

IPB Digitani menyarankan pemangkasan dilakukan secara bertahap dan menghindari pemangkasan berat ketika tanaman sedang berbunga atau berbuah.

4. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari penuh

Mangga termasuk tanaman buah yang membutuhkan intensitas cahaya tinggi. Idealnya tanaman memperoleh sinar matahari langsung sekitar 6–8 jam setiap hari. Jika ditanam di tempat teduh, pertumbuhan daun biasanya lebih dominan dibandingkan pembentukan bunga sehingga proses pembuahan menjadi lebih lambat.

5. Gunakan media tanam yang gembur dan tidak mudah becek

Media tanam yang terlalu padat membuat akar sulit berkembang dan meningkatkan risiko busuk akar. Menurut rekomendasi IPB Digitani, media tanam yang baik dapat dibuat dari campuran:

  • 2 bagian tanah,
  • 1 bagian kompos atau pupuk kandang matang,
  • 1 bagian arang sekam.
  • Campuran tersebut mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan air dan sirkulasi udara di sekitar akar.

6. Berikan pupuk secara seimbang

Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah memberikan pupuk nitrogen secara berlebihan. Nitrogen memang mempercepat pertumbuhan daun, tetapi apabila jumlahnya terlalu tinggi tanaman justru terus berada pada fase vegetatif dan pembungaan menjadi terlambat.

Baca Juga :  3 Pelatih Italia Akan Tampil di Piala Dunia 2026, Tapi Bukan Gennaro Gattuso

Pakar IPB menyarankan pemupukan dilakukan setiap 2–3 bulan menggunakan pupuk organik atau pupuk NPK seimbang. Setelah tanaman memasuki usia produktif, unsur fosfor (P) dan kalium (K) perlu diperhatikan karena berperan dalam pembentukan bunga dan buah.

7. Atur penyiraman pada tanaman yang sudah dewasa

Mangga termasuk tanaman yang cukup toleran terhadap kondisi agak kering. Pada tanaman yang telah cukup umur, pengurangan penyiraman secara bertahap menjelang musim berbunga sering digunakan untuk membantu merangsang pembungaan.

Namun, teknik ini hanya diterapkan pada tanaman yang sehat dan bukan pada bibit muda karena dapat menyebabkan stres apabila dilakukan terlalu dini. Rekomendasi tersebut juga disampaikan oleh pakar IPB Digitani.

8. Jangan biarkan pohon muda

menanggung terlalu banyak buah
Jika pohon mulai berbuah pada usia muda, lakukan penjarangan apabila jumlah buah terlalu banyak. Penjarangan membantu tanaman membagi energi untuk memperkuat batang, akar, dan percabangan sehingga produksi pada musim berikutnya menjadi lebih stabil.

Dengan memilih bibit yang tepat, menjaga ukuran tajuk melalui pemangkasan, serta memberikan nutrisi dan lingkungan tumbuh yang sesuai, pohon mangga dapat tetap berukuran kompak sekaligus produktif. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan rekomendasi pakar hortikultura IPB dan didukung penelitian mengenai teknik grafting pada tanaman mangga. (*)

Berita Terkait

Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20% untuk Petani
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:19 WIB

Cara Membuat Pohon Mangga Kerdil Cepat Berbuah, Ikuti Langkah yang Direkomendasikan Ahli

Senin, 4 Mei 2026 - 15:19 WIB

Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20% untuk Petani

Berita Terbaru