Okepost.id, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mendukung langkah Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menguji coba program “Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga” bagi aparatur sipil negara (ASN).
Program yang digagas Kepala BKN Prof. Zudan Arif itu bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, efektif, sekaligus meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan pegawai.
Muhammad Khozin menilai kebijakan tersebut layak diapresiasi karena dapat mengurangi beban biaya hidup akibat penempatan kerja yang jauh dari domisili. Selain itu, ASN juga memiliki kesempatan lebih besar untuk berkumpul bersama keluarga.
Menurutnya, persoalan penempatan yang jauh dari tempat tinggal menjadi salah satu alasan banyak calon pegawai mengundurkan diri. Data BKN mencatat sebanyak 1.285 peserta yang lulus seleksi CPNS 2024 memilih mundur karena masalah penempatan.
Meski mendukung, Khozin mengingatkan pelaksanaan program harus tetap berada dalam koridor Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Aturan tersebut menegaskan bahwa setiap ASN harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia sesuai kebutuhan organisasi.
Ia juga menekankan bahwa sistem penempatan ASN tidak hanya bertujuan mendekatkan pegawai dengan keluarga, tetapi juga harus mendukung pemerataan kualitas sumber daya manusia melalui pertukaran pengalaman, budaya kerja, dan peningkatan kompetensi di berbagai daerah.
Komisi II DPR RI, lanjut Khozin, akan menunggu hasil evaluasi uji coba yang sedang dilakukan BKN sebelum program diterapkan secara lebih luas. Menurutnya, setiap kebijakan harus didasarkan pada kajian yang matang agar tetap sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.(Pro)









