Harga Emas Anjlok ke Level Terendah dalam Lebih dari Dua Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Harga emas dunia anjlok pada perdagangan Selasa (9/6/2026), menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Tekanan terhadap logam mulia meningkat seiring aksi jual di pasar keuangan global serta meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.

Harga emas spot ditutup ambles 1,63% menjadi US$ 4.259,52 per ons troi. Bahkan, sepanjang sesi perdagangan, harga emas sempat merosot lebih dari 2% dan menyentuh level terendah sejak 23 Maret 2026. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Agustus ditutup jatuh 1,8% ke level US$ 4.284,85 per ons troi.

Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, pasar saat ini berada dalam kondisi menghindari risiko (risk-off), yang memicu tekanan terhadap berbagai aset, termasuk emas.
“Pelaku pasar terlihat cukup gelisah. Hampir seluruh pasar bergerak dalam mode risk-off dan kondisi itulah yang mendorong harga emas turun,” ujar Haberkorn dikutip dari Reuters.

Tekanan juga terlihat di pasar saham AS. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan.
Menurut Haberkorn, emas dan perak masih berpotensi menghadapi tekanan hingga pasar mendapatkan sinyal yang lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Baca Juga :  Harga Emas Berpotensi Melonjak ke Rp2,9 Juta per Gram, Dipicu Konflik Global dan Arah Baru The Fed

Perhatian investor kini tertuju pada sejumlah data inflasi penting AS yang akan dirilis pekan ini. Data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Mei dijadwalkan keluar pada Rabu (10/6/2026), disusul data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) pada Kamis (11/6/2026).

Kedua data tersebut dinilai krusial untuk mengukur langkah The Fed selanjutnya terkait suku bunga. Dalam risetnya, Commerzbank menyebutkan, apabila inflasi AS kembali menunjukkan kenaikan di atas ekspektasi pasar, harga emas berpotensi mengalami pelemahan lebih lanjut dalam jangka pendek.

Jika data inflasi Mei kembali memberikan kejutan ke atas, harga emas kemungkinan akan turun lebih dalam. Namun, kondisi itu juga dapat membuka peluang pemulihan harga pada paruh kedua tahun ini apabila The Fed akhirnya tidak menaikkan suku bunga,” tulis Commerzbank.

Baca Juga :  Resep Kue "Janda Genit" Yang Renyah dan Cantik, Yuk Kita Coba Bikin

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 68% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.Di sisi lain, harga minyak dunia juga melemah setelah Iran dan Israel menyatakan penghentian serangan menyusul seruan Presiden AS Donald Trump untuk meredakan konflik.

Meski demikian, harga energi yang masih relatif tinggi tetap menjadi perhatian karena berpotensi menjaga tekanan inflasi dan mendorong suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.

Secara historis, emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga. (*)

Pada perdagangan logam mulia lainnya, harga perak spot anjlok 4,3% menjadi US$ 65,23 per ons troi. Sementara itu, platinum turun 2,1% ke US$ 1.717,30 per ons troi dan paladium melemah 1,3% menjadi US$ 1.220,92 per ons troi.

Berita Terkait

Kadin Minta Independensi Bank Indonesia Dijaga, Investor Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru
Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama
Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
BPK Soroti Tata Kelola Danantara, Transparansi Laporan Keuangan BUMN Jadi Perhatian
Bulog Minta Maaf Usai Hama Gudang Serbu Permukiman Warga Karawang, Fumigasi dan Fogging Disiapkan
DPR dan Pemerintah Sepakati Target Ekonomi 2027 Tumbuh 5,8–6,5%, Danantara Diminta Beri Kontribusi Nyata
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Kadin Minta Independensi Bank Indonesia Dijaga, Investor Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:03 WIB

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:42 WIB

Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:20 WIB

Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:32 WIB

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Artikel

Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:58 WIB