Harga Emas Berpotensi Melonjak ke Rp2,9 Juta per Gram, Dipicu Konflik Global dan Arah Baru The Fed

Harga emas dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Harga emas dunia diperkirakan masih melanjutkan tren penguatan dalam beberapa hari ke depan. Ketidakpastian geopolitik global dan spekulasi perubahan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat menjadi pendorong utama kenaikan harga logam mulia.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan emas global berpeluang mencetak level tertinggi baru apabila tekanan geopolitik terus meningkat dan pasar merespons kebijakan bank sentral AS secara positif.

Menurut Ibrahim, harga emas dunia saat ini berpotensi menguji level resisten di US$4.606 per troy ounce. Jika momentum penguatan berlanjut, harga emas bahkan dapat menembus US$4.943 per troy ounce.

Kenaikan tersebut diprediksi akan mendorong harga emas batangan di dalam negeri ke level psikologis baru. Harga logam mulia diperkirakan bisa mencapai Rp2,9 juta per gram.

“Apabila harga emas dunia mampu menembus resisten kedua di US$4.943 per troy ounce, maka harga logam mulia domestik berpotensi menyentuh Rp2,9 juta per gram,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga :  Emas Dunia Pesta Pora, Harganya Terbang ke Level Tertinggi 3 Bulan

Konflik Rusia-Ukraina Angkat Permintaan Safe Haven

Ibrahim menjelaskan, meningkatnya tensi geopolitik di Eropa Timur menjadi faktor utama yang menopang harga emas dunia. Konflik antara Rusia dan Ukraina disebut semakin memanas dan mulai menyasar fasilitas strategis, termasuk kilang minyak mentah.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dan meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Selain konflik di Eropa Timur, situasi di Timur Tengah juga turut memperkuat harga emas. Pasar masih mencermati perkembangan diplomasi terkait Selat Hormuz yang melibatkan Donald Trump dan Iran.

Meski terdapat upaya perdamaian, pelaku pasar tetap berhati-hati karena negosiator Iran masih meragukan komitmen diplomasi Amerika Serikat.

Pasar Tunggu Kebijakan Kevin Walsh di The Fed

Dari sisi moneter, investor global kini fokus menanti arah kebijakan terbaru bank sentral AS setelah pelantikan Kevin Walsh sebagai pimpinan baru The Fed.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Anjlok Jelang Lebaran, Momentum Tepat untuk Borong?

Pasar menilai kebijakan Walsh dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Juni mendatang akan menjadi penentu arah pergerakan emas dan pasar keuangan global.

Walaupun mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan suku bunga AS bertahan tinggi hingga akhir tahun, muncul spekulasi bahwa Kevin Walsh dapat membuka ruang pelonggaran kebijakan demi mendukung strategi ekonomi Donald Trump.

“Trump sangat berharap Kevin Walsh bisa menurunkan suku bunga meskipun mayoritas proyeksi pasar masih melihat suku bunga tetap tinggi sampai akhir tahun,” kata Ibrahim.

Harga Emas Masih Berpeluang Naik

Dengan kombinasi ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, dan ekspektasi perubahan kebijakan suku bunga AS, harga emas diperkirakan masih memiliki ruang penguatan dalam jangka menengah.

Investor pun diprediksi tetap menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah meningkatnya risiko pasar global. (Pro)

Berita Terkait

Air Danau Kerinci Menyusut, Warga Diminta Waspadai Dampaknya
Bupati Monadi Buka Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Inovator dan Pelaku Agrowisata
Kadin Minta Independensi Bank Indonesia Dijaga, Investor Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru
Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama
Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
BPK Soroti Tata Kelola Danantara, Transparansi Laporan Keuangan BUMN Jadi Perhatian
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:28 WIB

Air Danau Kerinci Menyusut, Warga Diminta Waspadai Dampaknya

Sabtu, 19 September 2026 - 18:30 WIB

Bupati Monadi Buka Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Inovator dan Pelaku Agrowisata

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Kadin Minta Independensi Bank Indonesia Dijaga, Investor Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:03 WIB

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:42 WIB

Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan

Berita Terbaru