Pertamina NRE Kenalkan Carbon Trading dan Green Jobs kepada Mahasiswa ITB

Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina

Pertamina

Okepost.id, Jakarta – Pertamina New & Renewable Energy terus memperkuat edukasi mengenai perdagangan karbon atau carbon trading kepada generasi muda di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan transisi energi.

Melalui ajang Pertamina Goes to Campus 2026 di Institut Teknologi Bandung, Pertamina NRE memperkenalkan mekanisme carbon trading sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang green jobs di sektor energi berkelanjutan.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati mengatakan edukasi terkait perdagangan karbon penting dilakukan agar generasi muda memahami kontribusi sektor energi terhadap pengurangan emisi nasional.

“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Sri, Selasa (26/5/2026).

Carbon Trading Jadi Instrumen Pengurangan Emisi

Carbon trading merupakan mekanisme perdagangan kredit karbon yang mendorong perusahaan maupun pelaku industri mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dalam sistem tersebut, pihak yang berhasil menekan emisi lebih besar dapat menjual kredit karbon kepada pihak lain yang masih menghasilkan emisi tinggi. Mekanisme ini menciptakan nilai ekonomi dari upaya pengurangan emisi sehingga mendorong lebih banyak sektor beralih ke praktik ramah lingkungan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juni 2026 Naik, Simak Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selain perusahaan, masyarakat umum juga dapat mendukung pengurangan emisi melalui program carbon offset. Bentuk kontribusinya antara lain mendukung penanaman pohon maupun proyek energi bersih yang terverifikasi.

Green Jobs Diprediksi Terus Tumbuh

Pertamina NRE juga memperkenalkan potensi green jobs kepada mahasiswa. Tren pekerjaan hijau saat ini berkembang pesat seiring meningkatnya fokus global terhadap energi bersih dan keberlanjutan.

Sri menjelaskan, transisi energi tidak hanya menghadirkan tantangan bagi industri, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi generasi muda. Peluang tersebut mencakup sektor energi terbarukan, perdagangan karbon, teknologi rendah emisi, hingga pengembangan proyek berkelanjutan.

Tema “Energizing Acceleration for Future Impact” yang diusung dalam PGTC 2026 mempertemukan dunia industri dengan mahasiswa untuk membahas masa depan sektor energi nasional.

Booth Interaktif Pertamina NRE Tarik Antusias Mahasiswa

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 21 Mei 2026 itu, Pertamina NRE menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi seputar carbon trading, kredit karbon, dan proyek energi rendah karbon.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini Selasa: UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Naik di Pegadaian

Mahasiswa terlihat antusias mengikuti diskusi mengenai implementasi perdagangan karbon di Indonesia serta peluang keterlibatan generasi muda dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Banyak peserta mendatangi booth Pertamina NRE untuk mencari informasi mengenai perkembangan carbon trading dan prospek green jobs yang terus meningkat di tingkat global.

Kampanye Carbon Offset Bersama Livin’ by Mandiri

Sebelumnya, Pertamina NRE juga aktif mengampanyekan pengurangan emisi karbon melalui program carbon offset bersama Livin’ by Mandiri.

Melalui program tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep kompensasi emisi karbon melalui pembelian kredit karbon yang mendukung proyek penurunan emisi terverifikasi.

Partisipasi Pertamina NRE dalam Pertamina Goes to Campus 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung dekarbonisasi nasional melalui pengembangan energi bersih, peningkatan literasi carbon trading, dan penguatan kapasitas generasi muda di sektor energi berkelanjutan. (Pro)

Berita Terkait

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama
Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
BPK Soroti Tata Kelola Danantara, Transparansi Laporan Keuangan BUMN Jadi Perhatian
Bulog Minta Maaf Usai Hama Gudang Serbu Permukiman Warga Karawang, Fumigasi dan Fogging Disiapkan
DPR dan Pemerintah Sepakati Target Ekonomi 2027 Tumbuh 5,8–6,5%, Danantara Diminta Beri Kontribusi Nyata
Swiss Buka Kesempatan Kerja untuk WNI Lewat Program Young Professionals
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:03 WIB

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:42 WIB

Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:20 WIB

Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:32 WIB

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:00 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Danantara, Transparansi Laporan Keuangan BUMN Jadi Perhatian

Berita Terbaru